Tampil Keren dengan Bermain Game Fashion

Produk fashion adalah salah satu bagian dari dunia perempuan. Ada yang setiap hari tampil dengan gaya fashion kekinian. Beberapa lainnya mencoba tampil simpel dan apa adanya. Saya sendiri adalah bagian dari yang kedua. Tetapi lingkungan menuntut saya untuk belajar tentang dunia fashion. Saya mengakalinya dengan bermain game fashion.

Simple Fashion

Beberapa teman saya sangat perhatian. Dan mengatakan saya yang kurang fashionable. Ada yang ngomong terang-terangan. Beberapa lain ngomong di belakang. Padahal kalau ngomong langsung juga tidak apa-apa.

Untuk masalah busana saya memang tidak terlalu neko-neko. Bagi saya yang penting nyaman. Dan set ternyaman bagi saya sejak dulu adalah pashmina, baju kaos, celana, dan sendal gunung. Jika dulu bergaul dengan mahasiswa itu terlihat biasa saja. Sekarang komunitas di sekitar saya berbeda. Jadinya saya yang terlihat aneh sendiri diantara mereka. Hehehe. Its okay.

Tapi bukan berarti saya tidak tau aturan. Sesekali saya tampil sedikit lebih fashionable. Menyesuaikan dengan acara dan momennya. Terutama di acara penting. Saya tetap berusaha menghargai pembuat acara. Saya tetap mengusahakan tampil sesuai dresscode yang ditetapkan. Meski tetap tampil lebih simple karena tidak begitu suka yang ribet.

Baca Juga : Community Gathering Wardah dan Blogger Makassar

Ada 4 alasan yang mendasar mengapa saya tidak punya banyak produk fashion.

#1 Bukan Prioritas Dalam Keuangan

Setiap keluarga pasti punya prioritas keuangannya masing-masing. Berhubung kami sama-sama bukan dari keluarga berada. Jadi kami memulai semuanya dari nol. Bekerja keras adalah keharusan untuk mencukupi biaya hidup. Segera terbebas dari utang kredit adalah harapan utama kami saat ini. Selain itu, sejak awal kami sepakati investasi adalah prioritas. Termasuk investasi pendidikan untuk Eci, investasi properti, tabungan jangka panjang dan jangka pendek, asuransi serta lainnya.  Kebutuhan atau mungkin keinginan untuk membeli produk fashion jadi rencana nomor sekian. Hanya jika ada kelebihan anggaran atau pada momen tertentu saja.

Bukan berarti kami tidak menikmati. Alhamdulillah, kami sangat mensyukuri rejeki kami saat ini. Kami hanya belajar menunda kesenangan hingga waktu yang tepat.

#2 Efesiensi Tempat

Mengingat rumah kami yang imut, tidak memungkinkan ada wardrobe nya. Bahkan lemari yang nongkrong hanya lemari kecil 2 pintu. Untuk menjaga kerapian rumah, agar lebih lega, semua baju harus masuk di dalamnya. Jadi saat kami membeli baju baru, itu artinya sudah saatnya baju lama dihibahkan ke orang lain. Jangan heran kalau bajunya kelihatannya itu-itu saja.

Jika laki-laki berpakaian itu-itu saja, tampaknya biasa saja. Tetapi kalau perempuan, biasanya jadi bahan bercarlota perempuan lain. Padahal di lemari yang kecil itu, ruang untuk bajuku lebih besar dari suami. Tapi tetap saja dianggap stok bajunya tidak banyak. Satu-satunya cara, tutup telinga saja. Hehehe.

#3 Mengurangi Pengambilan Keputusan

Pernah melihat beberapa orang besar yang kelihatannya bajunya itu-itu saja. Warnanya sama. Bahkan model dan bahannya pun sama. Mereka melakukan itu untuk mengurangi proses “pemilihan dan pengambilan keputusan”. Dengan begitu, mereka bisa menghemat energi untuk mengambil keputusan dalam skala lebih besar. Semakin banyak pilihan baju di lemari, biasanya makin membuat kita bingung harus mengenakan yang mana. Bahkan malah bilang tidak punya baju saking bingungnya.

Saya memang bukan orang berpengaruh. Tetapi saya berusaha untuk mengurangi proses berpikir pada proses pemilihan baju. Dengan begitu, saya bisa lebih produktif pada hal yang lain.

Jangan sampai karena kelamaan memilih baju, malah momen untuk menghasilkan hal penting lain terlewat. Atau energinya terlanjur habis, sehingga tidak sanggup lagi menyalurkan ide kreatif di kepala.

#4 Belum jadi Gaya Hidup

Beberapa teman saya yang memang fashionista, akan sangat passionate jika membeli baju baru. Bahkan ada yang cukup fanatik pada brand tertentu. Setiap event pakaiannya tidak pernah telihat sama. Itu adalah kebahagian bagi mereka. Dan saya sangat menghargai itu. Bedanya, saya sangat passionate dengan dunia kuliner. Jika dihadapkan membeli baju atau bahan makanan, lebih sering pilihannya jatuh ke bahan makanan. Jika perlu beli bahan dengan merk tertentu saja. Demi cita rasa dan kualitas makanan yang dihasilkan. Dan itulah saya.

Baca juga: Ibu rumah Tangga

Bermain Game Fashion

Tetapi bukan berarti saya tak ingin tampil menarik. Tentu semua wanita ingin tampil terlihat menarik. Dan bagi saya, itu butuh waktu dan proses. Untuk mengakalinya saya belajar mix match dengan game fashion. Terdengar lucu, tapi jujur ini sangat membantu.

Dengan melihat contoh mix match disana, saya jadi tahu harus membeli apa berikutnya. Untuk memadupadankan dengan stok produk fashion yang ada sekarang. Sehingga lemari tidak akan sesak karena membeli yang akhirnya tidak terpakai. Selain itu, game fashion sangat memudahkan pengambilan keputusan untuk mengenakan apa. Dengan sekali klik, akan keluar usulan busana yang bisa kita pilih. Sesuai acara dan style kita.

Banyak manfaat yang saya peroleh dengan bantuan Game Fashion. Terutama bagi pemula seperti saya ini. Saya jadi tau aneka bahan tekstil. Pada menunya ditampilkan aneka nama bahan. Saya juga jadi paham nama-nama motif. Aneka pilihan warna. Hingga brand dan tren terbaru. Uniknya di Covet Fashion Game ini, semua produk fashion yang ditampilkan ada dijual di dunia nyata. Dijual online. Ada pilihan menu untuk membuka toko online-nya. Tapi dijual di luar negeri.

Berdasarkan tulisan kak Ery disini, setidaknya ada 5 fashion items yang wajib dimiliki seorang perempuan. Lima item ini jadi bahan saya bermain game fashion hari ini.

Baca Juga : Seorang Ibu untuk Anak di “Rumah Cokelat”

Skinny Jeans

Penggunaan skynny jeans memang memberikan kesan kasual. Sangat cocok dipadu-padankan dengan berbagai pakaian. Selain itu, penggunaan skinny jeans juga dapat menciptakan tampilan kaki yang lebih ramping. Berikut screenshot mix match penggunaan skinny jeans dari game fashion.

Skinny jeans memang paling cocok untuk tampilan casual setiap hari

Untuk tampilan bergaya street art, skinny jeans memang paling cocok

Skinny jeans bisa jadi salah satu item wajib saat traveling

 

Kemeja Putih

Menurut kak Ery di tulisannya, kemeja berwarna putih cocok digunakan untuk segala kesempatan, baik formal maupun non formal. Kalau skinny jeans bisa dipadupadankan dengan atasan apapun. Kemeja putih justru bisa dipadupadankan dengan bawahan apapun. Saya coba mix match atasan kemeja putih dengan koleksi item saya di game fashion. Dan hasilnya seperti ini.

Hangout santai dengan kemeja putih

Sebagai atasan untuk ke kantor juga sangat bisa

Dengan tambahan outer dan celana warna senada bisa memberikan kesan yang berbeda lagi

Kemeja putih memang bisa digunakan di segala suasana

Gaun Hitam

Gaun hitam memang jadi pilihan yang paling tepat dan netral untuk acara formal. Tanpa tambahan item lain, tampilannya sudah elegant. Apalagi jika ditambahkan aksesoris atau outer, tampilannya bisa semakin mewah.

Dengan menambahkan sedikit garis dari dalaman, membuat gaun hitam ini tampak cantik tanpa kesan berlebihan

Tambahan outer dan kalung membuat tampilan menjadi makin elegan dan classy

Bisa jadi pilihan ootd saat liburan nih

Blazer

Jujur saya tidak punya blazer di lemari. Sejak berat badan naik, sudah tidak pernah setok blazer lagi. Setelah melihat kesan yang ditampilkan blazer di game ini, sepertinya sudah harus beli satu nih.

Blazer hitam memang cocok untuk tampilan formal

Memadukannya dengan dress bisa untuk acara semi formal

Blazer hitam dipadu dengan skinny jeans bisa jadi pilihan untuk camping. Santai tapi tetap stylish

Dipadukan dengan dress hitam bisa jadi pilihan untuk pesta malam

Rok Span Hitam

Masih menurut kak Ery, rok span hitam adalah item wajib bagi seorang perempuan. Item ini bisa memberikan efek lebih langsing. Rok span cocok dipadukan dengan atasan apapun, mari kita coba

Rok span dan blus jadi pilihan untuk busana kerja

warnanya yang hitam cocok dipadupadankan dengan baju warna dan motif apa saja

Dipakai liburan juga cakep

Dengan mix match blus berbahan brokat tampak cantik untuk pesta

Bagaimana hasil permainan game saya? Cucok gak sih? Mohon dimaklumi karena newbie dalam dunia fashion. Makanya cuma berani tampil di game fashion saja. Sekali lagi terima kasih untuk tulisan kak Ery yang sangat menginspirasi untuk bahan belajar mix match kali ini.

Baca Juga: Lipstick Nude Wardah untuk Bibir Ombre

Fashionable Pada Waktunya

Bagi seorang perempuan, tampil menarik adalah sebuah keharusan. Ada yang memang senang dunia fashion. Sehingga standar tampilan mereka adalah yang sesuai tren fashion saat itu. Tetapi ada beberapa juga yang sejak dulu tampilannya begitu-begitu saja. Tidak ikut tren tapi megutamakan kenyaman.

Saya percaya setiap perempuan akan fashionable pada waktunya. Kita tidak berhak menjudge seseorang hanya dari penampilannya. Karena kita tidak tau, pertimbangan apa yang membuat mereka memilih keputusan itu. Kita hanya diharapkan menghargai keputusannya. Itu saja!

Biar tampilanmu lebih keren, mungkin kamu akan terinspirasi dengan tulisan-tulisan ini:

10 thoughts on “Tampil Keren dengan Bermain Game Fashion

  1. ima satrianto

    Maaaaaaakkk, game nya seruuu bangeeeetttttt. Aku baru tahu ni, betapa yaaa, membaca itu meluaskan wacana banget. Makasih yaaa reviewnya. ^_^ Setuju semua dengan efisiensi ala emak-emaknya.

    Reply
  2. Lia djabir

    Jadi ingat film Clueless yg dia punya aplikasi diPCnya u matching in baju2nya saking banyaknya baju yg dia punya

    Ntar cobain game ini ahh…siapatau bisa jd tambah keren hehehe

    Reply
  3. meirida

    Waaahh.. bagus inii. Cocoklah buat org2 kayak aku yg ndeso ga ngerti fashion. Drpd nanya2 orang kayaknya mending nyari inspirasi di game yah. Wokeh.. tq mak, tipsnya oke banget nih.

    Reply
  4. Indah Juli

    Duh, jangan sampai game fashion ini anakku yang bungsu tau, bisa-bisa dikritik terus penampilanku 🙂
    Tapi benar ya, dengan mix and match kita nggak perlu menghabiskan dana untuk ngikuti trend.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *