Coding Mum, Where Cool Mum Meets Code

sampul.JPG

Begitu flyer Coding Mum muncul di timeline FB saya dari fanpage Dilo Makassar, saya langsung tertarik. Segera saya simpan link pendaftarannya dan berniat akan mendaftar ketika online lewat laptop. Melihat pesertanya dibatasi hanya 10 orang, saya sempat khawatir tidak terpilih apalagi syarat wajib menghadiri 15 kali pertemuan. Saya khawatir harus meninggalkan Eci ketika saatnya workshop. Hari berganti hari, batas pendaftaran sudah hampir deadline tetapi saya belum juga sempat untuk mendaftar hingga kak Bunga mengingatkannya. Hari itu juga, saya mengisi google form dari link yang telah saya simpan sejak lama. Ternyata formulirnya bermasalah, data saya tidak masuk. Untungnya panitia berbaik hati memperpanjang pendaftaran dan meminta saya mengirim lewat email saja dan saya pun dinyatakan terpilih.

Tanggal 20 Juli 2016 hari pertama sekolah pun dimulai. Seperti biasa saya membawa Eci ikut serta. Berada di lingkungan baru, sempat membuatnya menempel kuat bersamaku hari itu, tetapi pertemuan ketiga dan seterusnya dia sudah begitu akrab dengan Continue reading

Sakuku, Dompet Elektronik Seru Tanpa Ragu

Sakuku Cover inart

Terkadang saya lupa membawa dompet dan baru sadar setelah ingin mengambil uang di dalamnya. Syukur-syukur kalau masih sempat balik ke rumah, tapi kalau sudah di pusat perbelanjaan terpaksa belanjanya dibatalkan atau kalau sudah di tempat makan, terpaksa makannya ditunda. Tetapi malam rabu kemarin (9 Agustus 2016) saya dapat solusinya, tidak perlu lagi repot-repot pulang ke rumah, membatalkan belanja atau menunda makan. Bahkan dengan solusi ini, saya bisa ambil uang tanpa harus membawa kartu ATM. Mau tau? Baca review kegiatan saya kali ini. Continue reading

Ikut Lomba Foto Menggunakan Kamera Handphone, Kenapa Tidak?


Karena alat hanyalah alat, dia tak berarti apa-apa tanpa operator yang memaksimalkannya.

Siapa yang punya handphone berkamera?

Sebagian besar kita, apalagi masyarakat urban, pasti memiliki smartphone yang dilengkapi kamera. Beberapa diantaranya memanfaatkannya hanya sekedar selfie, beberapa lainnya memanfaatkannya sebagai alat untuk dokumentasi, dan beberapa lagi menjadikan kamera handphone sebagai bagian dari hobinya, fotografi.

Sebagai ibu rumah tangga dengan rutinitas yang kadang membosankan, membuat saya harus meluangkan waktu sejenak untuk “me time” agar tidak mudah jenuh. Bisa dengan membaca, menulis, membuat kerajinan tangan dan beberapa tahun terakhir saya sangat antusias meluangkan sedikit waktu untuk otodidak pada bidang seni yang satu ini, fotografi. Awalnya agak minder karena alat yang saya miliki hanya “kamera handphone” tapi seiring waktu, seiring ilmu yang terus digali, saya mulai percaya diri menampilkan karya fotografi milikku dengan hestek #photophone.

Saat percaya diri mulai terdongrak, saya memberanikan diri untuk mengikuti lomba foto di sosial media. Awalnya tidak mendapatkan hasil, beberapa kali gagal apalagi kalau berhadapan dengan mereka yang telah berpengalaman. Tetapi Continue reading

[Review] Film Sabtu Bersama Bapak


Ketika warisan pesan bijak jauh lebih berharga…

Liburan kali ini, serbuan film Indonesia cukup banyak dan semuanya punya rating yang cukup bagus. Dari awal kami memang sudah meniatkan menonton salah satunya, pengennya sih semua tapi bugdetnya sudah terpotong saat mudik dan liburan kemarin. Dan pilihan kami jatuh pada film “Sabtu Bersama Bapak”, film yang diangkat dari novel dengan judul yang sama.

Film ini berkisah tentang Gunawan, seorang Bapak  yang divonis hanya memiliki satu tahun lagi untuk hidup. Namun ia tidak ingin kematian memisahkannya dengan istri dan anak-anaknya. Dengan membuat banyak rekaman pesan dalam bentuk video, ia menyampaikan pesan bijak untuk anak-anaknya yang akan ditonton bersama setiap hari sabtu. Continue reading

Lipstik Nude Wardah untuk Bibir Ombre

Lipstik Nude Terbaru Wardah

Bibir saya itu enjels, enggak jelas warnanya. Dibagian dalam merah muda, agak keluar merah tua dan di garis bibir malah hitam. Hikz. Makanya saya menyebut warna bibir saya itu ombre (emang kue saja yang bisa ombre?).

Dulu memang jarang make up, ke luar rumah seadanya saja. Syukur-syukur kalau pake bedak. Tapi makin kesini, lihat wajah di cermin kok tambah keliatan kusam, bahkan sering dikira lebih tua dari umur sebenarnya. Apalagi usia yang sudah mendekati 30, sepertinya sudah butuh perawatan ekstra. Akhirnya belajar untuk lebih merawat diri, paling tidak sudah pake pelembab wajah dan pake lipstik supaya bibir ombrenya terlihat lebih menarik.

Sejak menyadari itu, Continue reading

Natural Make Up with Wardah

[Review] Community Gathering Wardah with MAM (Makkunrai Anging Mammiri) Blogger Makassar

Minggu lalu, kami dari komunitas Blogger Makassar dapat undangan dari Wardah menghadiri Community Gathering sekaligus dibekali ilmu tentang skin care dan make up.

Community Gathering MAM

Saya tau, dengan hadirnya saya pada acara ini, saya harus meninggalkan Eci di rumah bersama Ibu. Saya tau, kalau saya datang ke kegiatan ini, waktunya akan mepet untuk mempersiapkan jualan buat berbuka. Dan saya tau kehadiran saya sepertinya akan telat dan mungkin ketinggalan materi. Tetapi saya tetap berangkat siang itu, setelah menidurkan Eci, saya meninggalkan rumah diiringi rintik hujan. Meski tiba di venue yang terletak di Jalan Pengayoman itu pukul 13.25, rupanya saya termasuk yang datang lebih awal, beberapa member MAM belum juga tiba.

Saya mengusahakan hadir pada Acara Wardah Community Gathering yang diselenggarakan hari Jumat tanggal 24 Juni 2016 ini, meskipun berbagai alasan yang saya utarakan di atas. Sejak hadir di grand opening Wardah Beauty House hari itu, kegiatan ini sangat saya nantikan. Wardah Beauty Class adalah Continue reading

Dari Sekolah hingga Cinta di Pegadaian

grunge white wood and rustic wood background texture

Surat gadai itu kembali menghias dompetku, dompet khusus untuk menyimpan surat-surat cinta dari Pegadaian. Hanya sebulan emas itu ada dalam gemgamanku hingga akhirnya saya memasukkannya lagi ke Pegadaian untuk mendapatkan modal usaha. Saya menghindari meminjam uang dari orang lain, apalagi rentenir, untuk segala kebutuhan mendesak saya tergantung padanya, Pegadaian.

Melalui blog ini, saya ingin menuliskan kisah tentang kami. Continue reading

4 Tahun Kepergianmu

Apa kabar, Etta? Kami disini sangat merindukanmu, tak pernah berhenti mendoakanmu agar engkau tenang di alam sana.Belum kering air mata kami, tanggal 28 Mei kemarin Bapak Mami menyusulmu di sana. Segala alat yang dipasangkan ke tubuhnya tak lagi mampu menahannya untuk tinggal bersama kami. Air mata menetes melepas kepergiannya pagi itu. Kami kehilangan orang yang dituakan di keluarga ini.

Etta, tak terasa 4 tahun sudah engkau pergi. Masih jelas diingatanku kala tante uli mengabarkan kepulanganmu di telpon malam itu. Mataku seketika panas dan tenggorakanku seperti tercekat, tidak menyangka akan secepat itu padahal siangnya kami melihatmu masih sehat wal afiat. Kesedihanku berlipat kala mengetahui engkau pergi dengan cara yang tidak wajar, ada misteri yang tak mampu kubuka hingga hari ini. Misteri yang sengaja saya menara gadingkan meski kau tahu anakmu ini memiliki rasa ingin tahu yang sangat tinggi. Siapa, apa dan bagaimana, biarlah menjadi tanda tanya yang tidak akan selesai. Saya hanya berdoa orang itu tidak akan tenang dalam hidupnya setelah membuatmu pergi.

Sekitar 2 minggu lalu, Ibu terjatuh di tangga mesjid. Kakinya terpeleset dan membuat kepalanya terbentur. Mata sebelah kanannya membengkak dan lebam, tangannya terkilir dan membuatnya sering merasa kesakitan. Tubuhnya makin mengurus. Gulanya kadang tak stabil dan setiap hari ia ke rumah sakit untuk terapi syaraf di mukanya. Empat tahun tanpamu bukan hal yang mudah bagi ibu. Saya tau, kadang dia kesepian. Untuk mengusir rasa sepinya, ia bisa menelpon siapa saja dan mengobrol lama meski topiknya berulang-ulang. Sekarang lembam dan tangannya yang terkilir sudah agak baikan tapi hari ini dia pasti akan sangat sedih mengingat kepergianmu.

Dalam tulisan ini saya kabarkan berita bahagia yang akan membuatmu senang di sana. Saat ini cucumu sudah 2. Anakku bulan depan akan berumur 2 tahun, namanya Eci dan saat ini sedang lucu-lucunya. Seringkali saya berandai-andai dengan ibu, jika saja engkau masih hidup pasti Eci akan sangat dimanja olehmu. Sejak dulu engkau sangat menyukai anak kecil dan anak kecil sangat menyukaimu. Hari ini dia sedang demam, semoga ia cepat sembuh.

Anak Uni namanya Hilmy, usianya 14 bulan dan berdomisili di Palopo. Kadang dia datang kesini jika kebetulan Ambenya sedang bertugas. Terkadang Eci mengertak Hilmi, membuat Hilmi takut. Tetapi ketika Hilmi pulang, dia akan sangat merindukannya. Tak berhenti mencarinya. Oh iya, Uni saat ini hamil lagi, usia kandungannya sekitar 3-4 bulan. Semoga segalanya lancar, jadi bisa melahirkan dengan selamat dan Ibu punya cucu baru lagi.
Adekku Iccang makin melar saja. Dia tak kurus lagi seperti dulu. Mungkin dirimu tak akan mengenalnya jika melihatnya dari belakang. Dia tampaknya sangat bahagia dengan pacarnya sekarang. Dia mulai menyisihkan gajinya untuk keperluan menikahnya kelak. Semoga segalanya dimudahkan dan dilancarkan.

Etta… Bagaimanapun kamu disana, kami selalu berdoa yang terbaik untukmu agar Allah menghapus segala dosamu, melapangkan kuburmu dan memberikan tempat terindah disisi-Nya. Engkau akan selalu menjadi bapak terbaik di dunia bagiku, Etta yang tak akan pernah tergantikan dari siapapun. Semoga rejekiku lancar agar kelak bisa naik haji atas namamu, cita-cita yang selalu kau impikan sejak dulu.

Etta… Kami rindu 😢

Edukasi Lengkap Menjadi Orang Tua bersama Prenagen

PPEJ Makassar 2016

Sebagai seorang perempuan, edukasi apa yang Anda butuhkan ketika mempersiapkan diri menjadi seorang ibu? Bagaimana mempersiapkan kehamilan? Bagaimana menghadapi kehamilan? Bagaimana cara menyusui yang baik dan benar? Atau bagaimana mempersiapkan tumbuh kembang anak? Semua pertanyaan itu dijawab Prenagen dalam satu rangkaian acara “PRENAGEN Pregnancy Educational Journey“.

Sebuah Apresiasi dan Kepedulian

Makassar adalah kota ketiga yang dipilih sebagai tempat pelaksanaan kegiatan ini. Dominasi perempuan dengan dress code ungu, tumpah ruah hari itu, 22 Mei 2016, di Phinisi Hall, Grand Clarion Hotel. Beberapa datang bersama suami, beberapa lainnya membawa serta anaknya. Event ini memang sangat ramah untuk keluarga, kita tidak perlu khawatir membawa anak, karena disediakan playground yang akan membuat anak menjadi betah. Saya sendiri datang bersama Eci, gadis kecil itu selalu setia menemaniku.

Kerempongan pagi membuat kami datang agak telat, saat kami tiba acara Continue reading

Happy Winterland with(out) Legendaddy

Happy WinterLand withou daddy lactogrow

Suamiku, review acara Happy Winterland Lactogrow ini ku tuliskan untukmu… Meskipun kamu tak ada disana karena urusan pekerjaan pada tanggal yang sama (17 April 2016) tapi saya tahu, kamu akan selalu menjadi Bapak terbaik untuk Eci, yang pada suatu hari ia akan membisikkan di telingaku “Bapak adalah bapak terbaik di dunia”

Dengan menumpangi taksi kami pergi ke Trans Studio Mall hari itu. Jika kamu ada, tentu kamu yang akan mengantar kami. Dari komunitas Blogger AngingMammiri saya mendapat 2 free tiket sekaligus kesempatan mengikuti talkshow. Saya mengajak serta Hilmi yang kebetulan datang dari Palopo, satu tiket berlaku untuk dia, Indo dan Ambenya. Satu tiket lagi untuk Eci, Ibu dan Wiyu. Kami menikmati makan siang dulu, lalu Eci bersama Hilmi langsung ke Winterland dan saya mengikuti talkshow. Continue reading