Dari Sekolah hingga Cinta di Pegadaian

grunge white wood and rustic wood background texture

Surat gadai itu kembali menghias dompetku, dompet khusus untuk menyimpan surat-surat cinta dari Pegadaian. Hanya sebulan emas itu ada dalam gemgamanku hingga akhirnya saya memasukkannya lagi ke Pegadaian untuk mendapatkan modal usaha. Saya menghindari meminjam uang dari orang lain, apalagi rentenir, untuk segala kebutuhan mendesak saya tergantung padanya, Pegadaian.

Melalui blog ini, saya ingin menuliskan kisah tentang kami.

Sekolah Biar Pintar

grunge white wood and rustic wood background texture

Jika Pegadaian butuh brand ambasador, saya akan mengajukan Ibu sebagai bintang iklannya. Sejak saya masih kecil, belum mengerti banyak tentang uang dan investasi, Ibu sudah meracuniku dengan kehebatan Pegadaian.

“Ini semua mi yang kasi sekolah ko” kata Ibu sambil memperlihatkan beberapa surat gadainya. Nilainya pun tidak sedikit, tak lain dari hasil menggadai emasnya. Dulu, setiap penaikan kelas biasanya Ibu ke Pegadaian menggadaikan salah satu emasnya untuk biaya sekolah kami. Bagi anak dari bapak yang bekerja sebagai PNS dan ibu rumah tangga, menggadai emas untuk biaya sekolah adalah sebuah solusi masalah tanpa menghadirkan masalah baru. Uang hasil gadai ini yang kami gunakan untuk membayar iuran masuk sekolah hingga membeli kebutuhan alat tulis.

Ibu pun beberapa kali menceritakan apa saja yang membuatnya menjadi nasabah setia Pegadaian hingga saat ini. Mulai dari prosesnya yang sederhana, persyaratannya yang ringan, mudah dan cepat tanpa pembukaan rekening, bunganya yang rendah hingga adanya tenggang waktu sebelum barang kita dilelang. Pegawai Pegadaian akan menelpon kita dulu sebelum barang betul-betul digadai. Ibu selalu menjadikan pegawai yang bertugas di Pegadaian dekat rumah sebagai teman dekat, selain untuk mengecek emasnya sekaligus untuk menanyakan harga emas terbaru.

“Masuk lagi sekolah, pintar pi baru diambil”. Ibu memberi istilah “sekolah” jika emasnya masuk ke Pegadaian. Beliau memperlakukan emasnya seperti anak sekolah yang iurannya dibayar berapa saja setiap bulan, tidak ada patokan jumlah, kita bisa “mencicil” semampu kita. Jika pembayaran gadainya sudah lunas, berarti emas itu sudah “pintar” waktunya untuk pulang ke rumah.

Cinta Pegadaian

grunge white wood and rustic wood background texture

“Saya serius dengan kita dan saya ingin melanjutkan ini ke jenjang lebih serius” ucapnya lirih dari hati yang terdalam dengan wajah yang begitu meyakinkan. Glek… Perempuan mana yang tidak bergetar mendengar ucapan itu dari lelaki yang dicintainya? Kenyataannya memang tak semudah yang dibayangkan, begitu kalimat itu dia utarakan kami tidak bisa lebih cepat maju ke pelaminan, kami harus berjuang bersama untuk mengumpulkan investasi agar betul-betul bersama.

Dari Ibu pula saya tau di Pegadaian ada sarana cicilan emas. Karena sudah memiliki penghasilan, saya pun mulai mencicil emas untuk tabungan persiapan menikah. Saya memilih berinvestasi dengan emas batangan bukan perhiasan emas. Selain karena nilai jualnya lebih tinggi juga karena saya tidak begitu suka memakai perhiasan.

Calon suamiku pun berinvestasi dengan menggunakan sarana cicilan emas di Pegadaian untuk persiapan mahar saat itu. Prosesnya mudah, kita tinggal memilih emas yang kita inginkan, mulai dari 5 gram, 10 gram, 25 gram dan seterusnya lalu menentukan jangka waktu hingga maksimal 36 bulan. Dari perhitungan itu akan keluar jumlah uang muka yang harus kita bayarkan serta besar cicilannya perbulan.

Sudah hampir 5 tahun pernikahan kami, emas yang kami cicil dulu sangat terasa manfaatnya. Entah sudah berapa kali kami “menyekolahkannya”. Sebagai pasangan yang sama-sama bukan berasal dari keluarga berada, kami harus berjuang cukup keras untuk menjadi keluarga mandiri di awal pernikahan. Dan Pegadaian adalah salah satu penolong kami. Pegadaian begitu dekat dengan keluarga kami, sedekat kantor cabang Pegadaian yang terletak dimana saja.

Pegadaian yang Kekinian

grunge white wood and rustic wood background texture

Pegadaian adalah salah satu kantor yang wajib saya datangi setiap awal bulan. Selain untuk membayar biaya gadai emas, dengan mendatangi Pegadaian juga kita tidak perlu repot lagi ke tempat lain untuk membayar tagihan listrik, telpon dan air. Semua telah difasilitasi dalam satu kantor. Bahkan untuk pembelian pulsa pun dapat kita lakukan di Pegadaian. Selain itu, Pegadaian juga telah menyediakan jasa pengiriman uang yang aman dan mudah.

Di usianya 115 tahun 2016 ini, Pegadaian terus berinovasi, selain menambahkan berbagai fasilitas serta sistem pembayaran online di seluruh Indonesia, Pegadaian juga memanjakan pelanggannya dengan aplikasi “Sahabat Pegadaian”. Sebuah aplikasi yang merangkum semua info tentang pegadaian. Melalui aplikasi tersebut kita bisa melihat jumlah poin kita saat ini, promo apa saja yang ada di Pegadaian, pengetahuan tentang Produk Pegadaian, simulasi produk untuk menghitung jumlah pelunasan barang yang kita gadaikan, dan banyak fungsi lain membuat kita merasakan Pegadaian dalam genggaman.

Sayangnya aplikasi yang sangat menarik ini hanya tersedia untuk pengguna Android, belum  tersedia di iOS.

Tabungan Emas

grunge white wood and rustic wood background texture

Sebagai salah satu orang yang sudah merasakan banyaknya manfaat berinvestasi emas, saya belum  pernah membuka rekening Buku Tabungan Emas yang disediakan Pegadaian. Awalnya karena belum paham saja, dan merasa sudah memiliki cukup banyak rekening. Hingga akhirnya hari itu, di acara #RoadBlog10cities, penjelasan dari Bapak Nuril Islamiah, Kepala Pegadaian Kanwil XI Makassar, membuat saya mengangguk beberapa kali. Otak emak-emak yang ingin melihat masa depan indah anaknya langsung mengirimkan signal untuk segera membuka tabungan emas hari itu juga. Tabungan ini berbeda dengan tabungan konvensional, setiap uang yang kita tabungkan akan dikonversi menjadi berat emas sesuai harga emas hari itu.

Beberapa hal yang saya garis bawahi keuntungan membuka Tabungan Emas Pegadaian diantaranya: Kita bisa berinvestasi mulai dari berat 0,01 gram, investasi kita aman serta mudah dan cepat dicairkan. Prosedurnya pun mudah. Hanya dengan mengisi formulir disertai fotocopy tanda pengenal, membayar administrasi 5000 rupiah dan biaya titip emas selama 12 bulan sebesar 30.000 rupiah. Setelah itu, kita akan mendapatkan buku rekening yang dibawa setiap ingin menabung.

Simulasinya kurang lebih seperti ini, misalnya harga emas 0,01 gram hari ini adalah Rp. 5.550,- maka harga emas 1 gram sebesar Rp. 555.000,-. Jadi jika kita menabung sebesar Rp. 100.000,- maka jumlah tersebut akan dikonversi menjadi emas kurang lebih 0,18 gram. Nah, jika kita membutuhkan dana tunai, saldo titipan emas dapat kita jual kembali ke Pegadaian dengan minimal penjualan 1 gram. Apabila kita menghendaki emas dalam bentuk fisik bisa order cetak dan memilih berat kepingannya mulai dari 5 gram. Jadi Tabungan Emas ini lebih praktis dibandingkan cicilan emas yang biasa saya gunakan.

Malam ini saya mengelus lembut setiap surat gadai yang ada di dompetku. Kenyataan yang membuat kisahku dengan Pegadaian akan terus berlanjut entah sampai kapan. Fasilitas Tabungan Emas juga telah membuatku tercandu padanya ditambahkan lagi aplikasi mobile “Sahabat Pegadaian” yang makin memudahkan. Bisa-bisa saya menggantikan Ibu sebagai Brand Ambasador Pegadaian. Semoga usianya akan terus bertambah dan kredibilitasnya makin terjaga seperti arti filosofi warna hijau pada logo Pegadaian, kepercayaan.

11 thoughts on “Dari Sekolah hingga Cinta di Pegadaian

  1. Gunawan HB

    Keren tulisannya Inart, semoga makin banyak orang terbantu dengan pegadaian. Insya allah kualitas pelayanan akan semakin kami tingkatkan. Pegadaian juga sdh ada di mall rau indah loh. Jam layanan normal 09.00-16.30 (promo nih, kebetulan ane pengelolanya). Hehehe

    Reply
  2. Yuanita

    Istilah sekolah untuk emas yg masuk dipegadaian ternyata bukan dipake sama mama n tante ku saja. Hehhehe.. Keren inaart. Artikelnya baguus

    Reply
  3. Pingback: Pengumuman pemenang Pegadaian Blog Competition 2016 #RoadBlog10Cities – dimasihandono

  4. Diah

    Mantap memang ini Pegadaian diii.. saya jg koinku sudah berapa kalimi masuk sekolah. Sekarang pun masih di Sekolah. Semoga mereka cepat pintar biar bs cepat pulang, hihiihih.

    Anyway congrats Mamanya Echi 😉

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *