4 Tahun Kepergianmu

Apa kabar, Etta? Kami disini sangat merindukanmu, tak pernah berhenti mendoakanmu agar engkau tenang di alam sana.Belum kering air mata kami, tanggal 28 Mei kemarin Bapak Mami menyusulmu di sana. Segala alat yang dipasangkan ke tubuhnya tak lagi mampu menahannya untuk tinggal bersama kami. Air mata menetes melepas kepergiannya pagi itu. Kami kehilangan orang yang dituakan di keluarga ini.

Etta, tak terasa 4 tahun sudah engkau pergi. Masih jelas diingatanku kala tante uli mengabarkan kepulanganmu di telpon malam itu. Mataku seketika panas dan tenggorakanku seperti tercekat, tidak menyangka akan secepat itu padahal siangnya kami melihatmu masih sehat wal afiat. Kesedihanku berlipat kala mengetahui engkau pergi dengan cara yang tidak wajar, ada misteri yang tak mampu kubuka hingga hari ini. Misteri yang sengaja saya menara gadingkan meski kau tahu anakmu ini memiliki rasa ingin tahu yang sangat tinggi. Siapa, apa dan bagaimana, biarlah menjadi tanda tanya yang tidak akan selesai. Saya hanya berdoa orang itu tidak akan tenang dalam hidupnya setelah membuatmu pergi.

Sekitar 2 minggu lalu, Ibu terjatuh di tangga mesjid. Kakinya terpeleset dan membuat kepalanya terbentur. Mata sebelah kanannya membengkak dan lebam, tangannya terkilir dan membuatnya sering merasa kesakitan. Tubuhnya makin mengurus. Gulanya kadang tak stabil dan setiap hari ia ke rumah sakit untuk terapi syaraf di mukanya. Empat tahun tanpamu bukan hal yang mudah bagi ibu. Saya tau, kadang dia kesepian. Untuk mengusir rasa sepinya, ia bisa menelpon siapa saja dan mengobrol lama meski topiknya berulang-ulang. Sekarang lembam dan tangannya yang terkilir sudah agak baikan tapi hari ini dia pasti akan sangat sedih mengingat kepergianmu.

Dalam tulisan ini saya kabarkan berita bahagia yang akan membuatmu senang di sana. Saat ini cucumu sudah 2. Anakku bulan depan akan berumur 2 tahun, namanya Eci dan saat ini sedang lucu-lucunya. Seringkali saya berandai-andai dengan ibu, jika saja engkau masih hidup pasti Eci akan sangat dimanja olehmu. Sejak dulu engkau sangat menyukai anak kecil dan anak kecil sangat menyukaimu. Hari ini dia sedang demam, semoga ia cepat sembuh.

Anak Uni namanya Hilmy, usianya 14 bulan dan berdomisili di Palopo. Kadang dia datang kesini jika kebetulan Ambenya sedang bertugas. Terkadang Eci mengertak Hilmi, membuat Hilmi takut. Tetapi ketika Hilmi pulang, dia akan sangat merindukannya. Tak berhenti mencarinya. Oh iya, Uni saat ini hamil lagi, usia kandungannya sekitar 3-4 bulan. Semoga segalanya lancar, jadi bisa melahirkan dengan selamat dan Ibu punya cucu baru lagi.
Adekku Iccang makin melar saja. Dia tak kurus lagi seperti dulu. Mungkin dirimu tak akan mengenalnya jika melihatnya dari belakang. Dia tampaknya sangat bahagia dengan pacarnya sekarang. Dia mulai menyisihkan gajinya untuk keperluan menikahnya kelak. Semoga segalanya dimudahkan dan dilancarkan.

Etta… Bagaimanapun kamu disana, kami selalu berdoa yang terbaik untukmu agar Allah menghapus segala dosamu, melapangkan kuburmu dan memberikan tempat terindah disisi-Nya. Engkau akan selalu menjadi bapak terbaik di dunia bagiku, Etta yang tak akan pernah tergantikan dari siapapun. Semoga rejekiku lancar agar kelak bisa naik haji atas namamu, cita-cita yang selalu kau impikan sejak dulu.

Etta… Kami rindu 😢

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *