Surplus dalam “Perencanaan Keuangan Keluarga”

image

Buku ini saya dapatkan sebagai hadiah pada salah satu workshop yang diadakan Bank Mandiri tahun lalu. Ketika workshop tersebut berjalan, saya sempat membacanya sedikit namun ketika pulang ke Makassar, saya melupakannya. Minggu lalu, saat membongkar rak buku, baru melihat buku ini lagi, sebuah buku yang sebenarnya sangat saya butuhkan saat ini.

Judul : Perencanaan Keuangan Keluarga
Penulis : Aulia
Penerbit : Cakrawala
Cetakan Pertama, 2009
Tebal : 160 halaman; 13×19 cm

Keberhasilan membangun keluarga yang sebenarnya bukanlah terlihat pada saat Anda masih bersama mereka dengan segenap kecukupan financial, akan tetapi lebih pada saat Anda tidak lagi bersama-sama mereka dengan segala kecukupan. Kalimat ini membuka buku ini. Sejak awal buku ini menekankan pentingnya suatu perencanaan keuangan sebelum persoalan itu berkembang dan menyulitkan.

Perencanaan keuangan keluarga adalah suatu bentuk tindakan yang bertujuan untuk membantu menganalisa dan mengelola keuangan perorangan atau keluarga agar dapat mencapai target keuangan maupun gaya hidup sebagaimana yang diharapkan (hal. 8).  Perencanaan Keuangan ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan efektivitas dalam mencari, menggunakan dan memproteksi sumber daya keuangan; meningkatkan kontrol terhadap kegiatan keuangan; meningkatkan kualitas hubungan personal dengan pasangan; dan kebebasan dari kekhawatiran finansial (hal 12).

Aulia dalam buku ini memberikan kita gambaran mengenai proses perencanaan keuangan. Ada 5 prosedur logis yang dipaparkan dengan urutan sebagai berikut:

  1. Menentukan tujuan keuangan
  2. Menganalisa kondisi keuangan sekarang
  3. Membuat rencana keuangan
  4. Melakukan implementasi dari rencana keuangan
  5. Monitor dan evaluasi berkala

Tujuan keuangan keluarga bisa berupa jangka pendek, menengah dan panjang. Dengan adanya tujuan keuangan yang jelas, kita dapat memperhitungkan berapa uang yang harus dimiliki 5 tahun , 10 tahun bahkan 30 tahun yang akan datang.

Menganalisa kondisi keuangan sekarang dapat diartikan memetakan keuangan saat ini dengan membuat neraca keuangan keluarga. Kita harus mengetahui berapa besar nilai aset kita saat ini yang berupa finansial, asset pribadi dan investasi. Setelah menghitung aset, selanjutnya menghitung berapa nilai kewajiban yang harus dibayarkan baik utang kartu kredit, kredit kepemilikan rumah, kredit kepemilikan kendaraan dan sebagainya. Selisih antara aset dan kewajiban adalah jumlah harta bersih kita saat ini.

Hal yang harus dilakukan dalam merencanakan keuangan setidaknya ada dua, yakni mengeluarkan lebih sedikit dari yang diterima dan menginvestasikan selisihnya. Sejak awal kita harus menyiapkan pos-pos pengeluaran  misalnya kebutuhan rumah 25-30%; listrik, telpon dan air 5-10%; Makan 10-15%, transportasi 10-15%; personal 5-10%; rekreasi 5-10%, pembayaran hutan 5-10%, dan menabung 5-10%. Jumlah setiap pos disesuaikan dengan tujuan keuangan dan kondisi keuangan masing-masing.  Adapun produk investasi  yang dapat dimanfaatkan dapat berupa deposito, obligasi, saham, reksadana, asuransi, emas atau properti.

Pada akhirnya tugas kita adalah mengimplementasikan apa yang telah kita rencanakan dan secara berkala mengawasi pengeluaran untuk masing-masing pos. Sebagus apapun perencanaan keuangan keluarga yang telah kita buat tanpa adanya kedisiplinan anggota keluarga, akan membuat perencanaan menjadi sia-sia.

Menurut saya buku ini bagus dan sangat bermanfaat. Dengan menyampaikan contoh-contoh yang konkrit untuk menciptakan surplus anggaran dalam keuangan keluarga, penulis memberikan kemudahan bagi pembaca. sayangnya banyak hal-hal yang berulang yang membuat pembaca bosan, seolah-olah tulisan-tulisan dalam buku ini berasal dari beberapa tulisan yang dimasukkan begitu saja tapi dipisahkan sesuai bab masing-masing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *