7 Cara Menjadi Ayah ASI yang Hebat

Pemberian ASI makin mendapat perhatian akhir-akhir ini. Bahkan WHO menyarankan ASI eksklusif selama 6 bulan. Dan berlanjut dengan tambahan makanan pendamping hingga 2 tahun. Namun perlu dipahami bahwa kesuksesan pemberian ASI tidak tergantung pada Ibu semata tetapi juga Ayah. Agar proses Ibu menyusui lancar, Ayah ASI harus paham apa yang mesti dilakukannya.

Pentingnya ASI

ASI merupakan cairan ajaib yang diciptakan Allah SWT. ASI mengandung nutrisi terbaik yang bermanfaat bagi sang bayi. Diantaranya antibodi yang dapat melindungi bayi dari diare dan pneumonia serta penyakit lainnya. ASI juga dapat mengurangi risiko alergi, diabetes, hipertensi, dan kolestrol tinggi.

Telah banyak pula penelitian mengungkapkan bahwa ASI dapat meningkatkan kecerdasan bayi. Tidak hanya kecerdasan kognitif. Tetapi juga kecerdasan berbahasa dan kecerdasan mental.

Pemberian ASI juga sebuah usaha penghematan. Bebas biaya. Tidak memerlukan persiapan khusus. Namun mampu memperkuat ikatan antara ibu dan bayi. Kedekatan tersebut yang terkadang membuat para ayah merasa tersingkirkan. Padahal jika sang Ayah mengerti, momen itulah yang paling tepat membangun keluarga yang kompak.

Menyusui merupakan salah satu tugas ibu. Tak kalah berat, dibandingkan proses hamil dan melahirkan. Dukungan pasangan sebagai ayah ASI merupakan hal penting yang dapat membantu melancarkan proses tersebut.

Karena pentingnya ASI ini kami sepakat memberikan Eci ASI sebagai makanan pertamanya. Memberinya ASI selama kurang lebih 2,5 tahun bukan perkara yang mudah. Banyak drama yang harus kami lewati. Berbagai kondisi, mungkin bisa membuat saya menyerah di tengah jalan. Beruntung suami memainkan perannya dengan sangat baik sebagai Ayah ASI.

Baca juga: Nyaman Menyusui di Mall Ratu Indah

Ayah ASI

Menjadi Ayah ASI

Proses saya menyusui yang alhamdulillah sukses adalah sebuah kerja tim. Dan ini sedikit pengalaman saya dan suami yang berhasil memberikan ASI kepada Eci. Saya merangkumnya menjadi 7 cara menjadi Ayah ASI.

#1 Belajar Tentang ASI

Banyak orang yang menganggap belajar tentang ASI hanyalah tugas Ibu. Karena hal itu dianggap sebagai hal alami. Dan dengan mudahnya berpendapat jika tidak bisa memberi ASI tinggal berikan sufor saja. Padahal tidak segampang itu. Ada banyak ilmu tentang ASI yang perlu dipelajari. Tentang apa itu ASI. Bagaimana cara memberikan ASI untuk pertama kalinya. Bagaimana kondisi Ibu. Apa itu masa growth spurt. Dan masih banyak ilmu lainnya.

Ilmu itu bisa didapat dari berbagai sumber. Bisa dengan ngobrol dengan mereka yang telah jadi Ayah terlebih dahulu. Wejangan dari orang tua. Dari berbagai sumber buku. Serta aneka macam tulisan di internet. Bersyukur punya suami yang terbuka untuk belajar tentang ASI dan mau mempraktekkannya.

#2 Perhatikan Asupan Makanan

Ibu yang menyusui akan cenderung mudah lapar. Hal ini disebabkan banyaknya kalori yang keluar saat proses menyusui. Apalagi dimasa GS. Dimana bayi akan menyusu terus tanpa henti karena proses pertumbuhan sang bayi. Sebagai Ayah ASI harus memahami kondisi ini. Dukungan dapat diberikan dengan membelikan makanan kesukaan sang Ibu. Atau jika perlu dimasakkan.

Pada masa menyusui suami selalu menelpon sebelum pulang kantor. “Mau makan apa?” dan saya dengan senang hati menyebut semua jenis makanan yang saya inginkan. Sebagai amunisi untuk begadang menyusui. Digorengkan telur saja rasanya akan beda jika suami yang membuatkan. Perhatian itu yang membuat kondisi menyusui makin menyenangkan.

Sebagai Ayah ASI suami juga sangat perhatian pada nutrisi. Dia membelikan susu. Berbagai macam buah. Sari kacang hijau. Dan aneka makanan lain yang dia tahu dapat meningkatkan produksi ASI sekaligus nutrisi yang baik untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi.

#3 Biarkan Ibu Istirahat

Meski kelihatannya hanya baring saja, tetapi sungguh proses menyusui itu melelahkan. Apalagi dimasa awal menyusui. Sebagai ibu yang baru saja melahirkan, rasa lelah itu berkali-kali lipat. Meskipun terbayar dengan rasa bahagia melihat sang bayi tetap saja badan yang remuk tak mampu diredam.

Beruntung punya suami yang sangat memahami hal ini. Dia kadang membantu menggantikan popok saat malam. Menggendong Eci disaat dia rewel. Memandikannya dengan telaten. Membantu mengeluarkan sendawa setelah bayi kami menyusu. Dan juga sering kali dia membiarkanku tidur di kamar sebelah tanpa ada Eci. Me time dengan tidur yang sangat pulas. Terbukti setelah istirahat yang cukup, mood menyusui akan bagus. Dan kuantitas serta kualitasnya juga akan meningkat.

#4 Buat Ibu Selalu Bahagia

Kondisi psikologis sangat berdampak pada produksi ASI. Oleh karena itu seorang Ayah ASI harus memastikan bahwa kondisi psikologis ibu dalam keadaan baik-baik saja.

Pernah suatu kali saya mengalami postpartum syndrome. Menangis tidak jelas. Mungkin juga karena kelelahan dan hanya berdua Eci di rumah. Dan sepertinya dia sedang masa GS. Saya langsung menelpon suami. Mendengar saya menangis, dia  pulang dari kantor tanpa banyak tanya. Setiba di rumah dia langsung memelukku, dan itu sudah sangat cukup membuatku bahagia.

Memperbaiki kondisi psikologis juga bisa berupa memberikan pujian yang tulus. Tidak perlu lebay dengan mengatakan si Ibu cantik seperti bidadari. Padahal tau sendiri dia belum mandi. Bau amis susu. Rambut berantakan. Dan mungkin baju tidak karuan. Cukup mengatakan bahwa “Sayang, terima kasih sudah memberikan yang terbaik untuk anak kita. Sungguh, saya suami yang sangat beruntung memilikimu”. Kalimat sederhana itu lebih membuat saya klepek-klepek. Dan berdampak dengan makin banyaknya produksi ASI.

#5 Bantu Urusan Rumah Tangga

Proses menyusui kadang membuat urusan rumah tangga jadi terbengkalai. Baju tidak sempat dicuci. Piring kotor menggunung. Rumah berantakan. Bahkan tidak sempat masak. Disinilah dilihat kekompakan suami. Dengan membantu meringankan pekerjaan rumah tangga.

Sebagai Ayah ASI suami cukup membantu dengan ikhlas mencuci pakaian Eci. Terkadang juga membantu mencuci piring. Jika hari libur dia juga menyempatkan merapikan rumah yang berantakan. Dia mengerjakan secara otomatis tanpa paksaan.

#6 Pahami Gairah Seksual Ibu Menurun

Entah hanya saya saja yang merasakan atau yang lain juga. Pada masa menyusui gairah seksual menurun. Hal ini dipengaruhi karena adanya penurunan hormon estrogen sehingga vagina lebih kering. Hal ini membuat hubungan intim tidak nyaman.

Banyak suami yang tidak memahami hal ini. Sehingga menganggap pasangan tidak lagi tertarik berhubungan intim. Tetapi seorang Ayah ASI yang baik pasti akan berusaha memahaminya.

#7 Selalu jadi Suporter Nomor 1

Menyusui memang tugas seorang Ibu. Namun dukungan seorang Ayah ASI akan sangat berarti. Bukan hanya untuk psikologis sang Ibu. Tetapi juga akan berdampak baik untuk pertumbuhan dan kecerdasan anak. Seorang Ayah ASI harus selalu jadi suporter terdepan untuk setiap pencapaian tahap ASI yang dilewati Ibu.

Hal ini bisa dilakukan dengan memotivasi Ibu saat dia mulai down. Meyakinkan bahwa ia mampu melewatinya. Suami selalu meyakinkan saya bahwa saya bisa. Bukan hanya 6 bulan bahkan sampai 2 tahun. Dan hal itu terbukti. Selain itu sebagai Ayah ASI suami juga tahu bahwa ada tahap dalam pemberian ASI. Contohnya saat kami berhasil memberikan ASI Eksklusif selama 6 bulan, kami pergi berlibur dan makan makanan favorit kami. Sesederhana itu tetapi cukup membuat seorang Ibu didukung penuh oleh suaminya.

Anak Kita

Pernah saya membaca sebuah kalimat yang isinya kira-kira begini. “Bikinnya sama-sama, membesarkan dan merawatnya juga harus sama-sama.” Pertumbuhan dan perkembangan anak bukan hanya wewenang ibu tetapi juga ayah. Dan itu bisa dimulai sejak masa hamil dan menyusui.

Tulisan ini terinspirasi dari post trigger Kumpulan Emak Blogger: Ayah, I Need You

7 thoughts on “7 Cara Menjadi Ayah ASI yang Hebat

  1. antung apriana

    setuju banget, mbak sama tulisannya. saya dulu pas awal-awal menyusui sering banget dibeliin susu kedelai sama cemilan sama suami biar ASI lancar. tapi pernah juga berselisih saat saya ngotot nggak mau ngasih dot ke anak. di situ saya bilang kalau suami harusnya jadi pendukung saya tapi ya akhirnya saya ngalah ngasih dot ke anak buat minum ASIP-nya. heu

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *