Pelukan

Winarni KS   December 22, 2016   No Comments on Pelukan


Saat hati terasa sangat lelah. Ada yang bergejolak namun tak bisa terungkapkan. Entah marah, sedih atau kecewa. Kekuatannya menggorogoti jiwa. Menguras energi dan membakar emosi. Saat itu, aku tak butuh yang lain. Aku hanya butuh pelukan.

Saat semangat kembali memudar. Berbagai rintangan terasa sulit untuk terlewatkan. Terseok-seok untuk bangkit kembali setelah jatuh berkali-kali. Saat itu, aku tak butuh yang lain. Aku hanya butuh pelukan.

Saat yang tersisa tinggal air mata. Dikala yang lain telah habis. Meski badan telah bergetar menahan. Emosi seperti menggondok di leher. Dan kelopak mata tak lagi mampu menampung air mata yang akan tumpah. Saat itu, aku tak butuh yang lain. Aku hanya butuh pelukan.

Saat raga mulai mengirimkan sinyal buruk. Semua penyakit kembali kambuh. Kepala seakan berputar. Leher menegang. Perut tak karuan. Saat itu, aku tak butuh yang lain. Aku hanya butuh pelukan.

Dan pelukan paling hangat adalah pelukanmu, Ibu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *