Berharap Keajaiban

Winarni KS   February 16, 2010   No Comments on Berharap Keajaiban

Seharusnya buku itu telah ku persembahkan kepada mereka, para pembimbing, penguji, ketua jurusan, serta ketua program studi. Buku yang sengaja ku cetak untuk merayakan sebuah pencapaian. Buku yang sengaja ku cetak untuk sebuah inspirasi. Buku yang sengaja ku cetak untuk sebuah penghargaan. Buku yang sengaja ku cetak untuk sebuah perbedaan. Buku yang sengaja ku cetak untuk sebuah perubahan. Namun apa yang terjadi? Tak ada satu pun buku yang bisa ku persembahkan kepada mereka. Pencapaian yang nyaris sempurna itu tidak diimbangi dengan sebuah mimpi yang juga nyaris sempurna. Sebuah bayangan yang pernah menganggu tidurku itupun tenggelam dalam hingar bingar setelan putih hitam. Terabaikan dan terlupakan.

Seharusnya hari ini, aku bisa memetik sebuah buah dari hasil kerja kerasku dan membagikan kepada mereka, mengajak mereka untuk turut menikmati segala jerih payah yang telah ku lakukan. Mengajak mereka menikmati sebuah buah manis yang ku peroleh dari kucuran keringat. Tapi hari ini…, aku tak memiliki apa-apa lagi. Pohon itu telah kering bahkan telah mati. Aku baru akan mencari bibit yang baru, mencari tanah yang bagus untuk menanamnya, merawatnya dan menunggunya berbuah manis.

Kini, aku hanya berharap sebulan ke depan ada sebuah keajaiban yang indah. Ada sebuah impian yang akhirnya dapat terwujud. Sebuah mimpi yang ingin ku wujudkan sebelum meninggalkan kampus ini. Sebuah angan yang membuatku akan menyesal seumur hidup jika tidak merealisasikannya. Tapi apakah keajaiban itu akan menjadi nyata? Hanya Tuhan yang tahu.

0 thoughts on “Berharap Keajaiban

  1. cho

    tidak enak ternyata menjadi fresh graduate…
    oiya, nar, blog saya ganti nama. tolong dikoreksi yaa. sekalian saya mau menumbuhkan gairah menulis lagi..

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *