Kapal Terapung

Tiba-tiba saya mengingat sebuah percakapan di chatting dengan seorang senior, saya sudah lupa waktunya kapan. seingat saya, waktu itu status di ym ku menunjukkan klo saya sedang ada masalah.

senior : nar, ko tau kenapa kapal bisa terapung dan mengarungi samudera?
inart : 😕
senior : karena  sebuah kapal selalu dirancang untuk memiliki ruang kosong.

namun chatting itu tiba2 terhenti, id senior itu offline sebelum saya mendapatkan penjelasan mengenai filosofi ruang kosong di dalam kapal.

pertanyaan dan pernyataan singkat itu membuatku kembali berpikir, yah… mengapa kapal yang terbuat dari besi bisa terapung? semakin keras saya berpikir, saya tidak menemukan jawabannya. ketika itu, saya penat dengan banyak hal hingga tak mampu berpikir untuk pernyataan itu. lelah. akhirnya saya terlelap.

esok harinya saya mencoba mencari tahu tentang struktur kapal. dari info yang saya peroleh kapal mampu terapung karena bagian bawah kapal dirancang dengan sebuah ruangan kosong yang sengaja di buat.

saya mencoba merenung… mencoba berpikir lebih jernih… aah… bukankah seharusnya demikianlah diri kita, tidak seluruh pikiran harus kita penuhi dengan masalah dan beban dunia. kapal tanpa ruang kosong tak dapat berlayar mengarungi samudra. pun diri kita, tak dapat kita arungi kehidupan kita dengan seluruh masalah yang terus kita sesakkan dalam perjalanan kita.

akhirnya kita harus berfikir mana beban yang seharusnya kita ikutkan dalam perjalanan dan beban mana yang sebaiknya kita hempaskan. karena tidak semua masalah penting untuk kita pikul, bukankah begitu?

kita dituntut untuk terampil menghadapi hidup dan masalah-masalahnya, karena jika tidak, kita hanya akan menjadi tong sampah bagi masalah-masalah kita, iya kan?

akhir2 ini saya sempat stagnan, seperti tak bergerak mengarungi samudera kehidupan. saya dilelahkan dengan segala masalah yang hanya mampu memenatkan kepala. melupakan satu filosofi kehidupan yang pernah saya peroleh.

tetapi kini saya mengerti, mungkin Allah SWT sengaja mececar dengan berbagai masalah agar saya bisa lebih menjadi terampil menghadapinya, yah semuanya butuh belajar dan berproses.  dan bagi yang enggan menjalani proses itu, maka ia hanya akan mendapati dirinya dari hari ke hari hanya seperti itu saja. tak bergerak.

berikanlah ruang kosong pada diri kita, agar mampu membawa kita mengurungi samudera kehidupan hingga tiba pada tujuan. mudah-mudahan tidak karam sebelum berlabuh!

2 thoughts on “Kapal Terapung

  1. iLLa

    pertanyaannya : sapa kah senior itu? heheu…
    Eniwei, sa suka analoginya. Bagus….:)

    senior di mapala, dulu kuliah d jur perkapalan 😉

    Reply
  2. safwancanne

    saya baca,saya pikirkan,saya resapi and saya lakukan ternyata emang benar bahwa ternyata dihati kita harus disiapkan sedikit ruang kosonk untuk menyimpan kata2 yang kurang berkenan dihati dan alangkah baiknya klo kita menjadi problem solver yg baik…btw mauka jg nanya sapa senior itu..xixixiixx

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *