Category Archives: Writing

Aku Bahagia Bersamamu…

Padamu akan aku rajut cerita. Mengisahkan sejarah. Mengikat makna. Mengukir goresan yang kelak akan jadi warisan. Pada setiap piksel tampilanmu, serta setiap huruf pada untaian katamu, mewakili setiap detak kebahagianku…. Read more »

Tantangan 30 hari nge-Blog

Blog ini sudah lama dibiarkan oleh pemiliknya. Sudah dipenuhi sarang laba-laba. Padahal sang pemilik punya resolusi tahun ini untuk lebih giat menulis. Mulai hari ini, di awal bulan ke lima… Read more »

Aku Kembali…

Winarni KS   November 28, 2009   No Comments on Aku Kembali…

Aku kembali… Apa kabar sayangku? Akhirnya aku sempat menuliskan surat ini untukmu. Surat yang hendak ku tuliskan sejak beberapa waktu lalu. Surat sebagai bentuk penyesalan, rasa bersalah atau sekedar untuk… Read more »

Makassar dari Jendela Pete-pete, Sebuah Persembahan

Obsesi yang menggerakkan lahirnya karya. Bila Anda tak berobsesi, atau obsesi Anda tidak berdentam deras, mood, bakat, momentum, waktu luang, tak akan cukup menjadi lokomotif penggerak. (Budi Darma)

Blog : Mengisi Ruang Kosong

Internet bagi saya adalah dunia maya yang hidup, dunia maya yang begitu nyata. Bumi yang besar ini menjadi begitu kecil di internet. Ungkapan, “semuanya ada di internet” pun seolah di… Read more »

Membangun Budaya Literer dengan Blog

Tulisan di bawah yang berjudul Budaya Literer di Kampus merupakan Modal Perubahan sebenarnya ingin saya ikut sertakan dalam lomba essay yang di adakan PK. Identitas. Entahlah sejak dahulu, saya tidak… Read more »

Budaya Literer, sebuah Modal Perubahan

Beberapa masyarakat yang tidak menyetujui revitalisasi karebosi turun ke jalan ketika proyek revitalisasi itu telah di laksanakan. Meski sosialisasi mengenai revitalisasi terus digemakan di beberapa koran lokal jauh sebelum alun-alun… Read more »

Hapus

Winarni KS   March 8, 2007   No Comments on Hapus

Kalau menulis adalah kebiasaan, mungkin aku tak terbiasa lagi. Tulis. Hapus. Tulis. Cancel. Tulis. Discard. Membosankan. Memuakkan. Em moh membacanya. Meliriknya pun rasanya enggan. Jika menulis bisa menenangkan tetapi mengapa… Read more »