Coding Mum, Where Cool Mum Meets Code

sampul.JPG

Begitu flyer Coding Mum muncul di timeline FB saya dari fanpage Dilo Makassar, saya langsung tertarik. Segera saya simpan link pendaftarannya dan berniat akan mendaftar ketika online lewat laptop. Melihat pesertanya dibatasi hanya 10 orang, saya sempat khawatir tidak terpilih apalagi syarat wajib menghadiri 15 kali pertemuan. Saya khawatir harus meninggalkan Eci ketika saatnya workshop. Hari berganti hari, batas pendaftaran sudah hampir deadline tetapi saya belum juga sempat untuk mendaftar hingga kak Bunga mengingatkannya. Hari itu juga, saya mengisi google form dari link yang telah saya simpan sejak lama. Ternyata formulirnya bermasalah, data saya tidak masuk. Untungnya panitia berbaik hati memperpanjang pendaftaran dan meminta saya mengirim lewat email saja dan saya pun dinyatakan terpilih.

Tanggal 20 Juli 2016 hari pertama sekolah pun dimulai. Seperti biasa saya membawa Eci ikut serta. Berada di lingkungan baru, sempat membuatnya menempel kuat bersamaku hari itu, tetapi pertemuan ketiga dan seterusnya dia sudah begitu akrab dengan DiLo Makassar yang kami sebut sebagai sekolah. Sebelum ke sekolah dia selalu prepare mainan apa saja yang akan dibawanya sebagai “bekal” menunggu mama belajar. Entah membawa lego, buku mewarnai, play dough hingga bubble. Pagi sebelum ke sekolah selalu menjadi pagi yang sangat rempong, kadang-kadang menjadi drama yang membuat moodnya tidak begitu baik jika saya memaksanya untuk bersegera sementara dia masih tidur atau masih ingin nonton. Bisa membawa anak pada saat workshop adalah salah satu syarat untukku sebelum menyatakan ikut, dan bersyukur di Coding MUM ini tidak ada larangan untuk itu bahkan panitia dan mentor kadang menjadi baby sitter yang sangat telaten untuk Eci. Mentor tampaknya paham saat mendengar Eci menangis, meskipun saya tahu persis konsentrasinya cukup terganggu. Begitu pula peserta mom yang lain yang sangat toleran dengan segala kerempongan Eci, mulai dari duduk di atas meja hingga mainan yang terlempar kemana-mana. Terkadang saya ketinggalan pelajaran saat mood Eci sedang kacau, tetapi saya berusaha untuk memburu ketinggalan meski terkadang cukup keteteran.

Eci

Salah satu suasana Eci di kelas dengan mainannya dan foto panitia favorit Eci (calon ibu yang baik)

pak sofyan

Pak Sofyan, mentor kami

mom1
mom2

When Cool Mum Meats Code

 

Pada pertemuan pertama disampaikan akan ada 15 kali pertemuan dan disepakati diadakan setiap hari senin, rabu dan jumat. Sejak hari itulah, senin-rabu-jumat menjadi hari yang spesial. Bagi saya pribadi, belajar coding ini begitu menyenangkan, meski awalnya membingungkan tetapi makin diikuti makin membuat saya penasaran dan ingin bermain dengannya lagi dan lagi. Sudah lama saya sering mengedit css blog, tapi baru disini belajar tentang html lebih dalam lagi bahkan ditambah dengan java script serta php yang betul-betul baru saya pelajari. Pak Sofyan sebagai coach sangat sabar membimbing kami yang terkadang fokusnya lari kemana-mana. Mohon dimaklumi ya pak. Dua pertemuan terakhir bahkan Pak Sofyan ditodong untuk memberikan kelas tambahan. Mentor yang lain tidak kalah penting berperan membantu kami, jika ada diantara kami yang kesulitan, salah satu diantara mereka akan datang membantu.

Hari sekolah itu juga menjadi lebih menarik lagi karena peserta yang sangat menyenangkan. Bertemu ibu-ibu yang inspiratif dan punya semangat belajar yang luar biasa menjadikan kelas itu memancarkan aura positif. Pembicaraan kami tidak hanya sebatas coding, terkadang membahas tentang parenting, makanan hingga membicarakan dagangan masing-masing. Ada Mom Bunga yang punya banyak kegiatan yang inspiratif dan meski dengan segala kesibukannya tetap mengikuti kelas dan menampilkan hasil akhir yang sangat bagus. Ada Mom Asri, ibu dari dua anak dan sangat rajin mengerjakan coding, disaat peserta lain masih memikirkan konsep dia sudah membuat webnya sehingga tidak begitu panik menjelang presentasi. Ada Mom Dimeg, Ibu bercadar dari 3 anak dan sementara hamil 7 bulan, yang meski dengan segala kerempongan urusan rumah tangga dan bisnisnya dia tetap berusaha belajar coding dan mempresentasikan website rajutannya dengan sangat keren. Ada Mom Fatma yang usianya paling senior di antara kami tetapi semangatnya seperti selalu te-recharge, membuat saya salut dan begitu terinspirasi. Ada Mom Sarah yang kalem dan mengikuti coding mum ini untuk membantu usaha design grafis suaminya dan hasil akhir menunjukkan bahwa dia siap untuk menambah satu jasa design baru untuk usaha suaminya, design web. Ada Mom Qalby meskipun sedang menunggu hari due date kehamilan pertamanya, ia tetap bersemangat untuk belajar, saya bisa merasakan bagaimana rempongnya berlama-lama depan laptop menjelang kelahiran, tetapi dia tetap menyelesaikan web kulinernya. Dan terakhir ada Mom Wiwi, ibu dokter yang punya passion di bidang IT dan selalu meluangkan waktunya untuk mengikuti workshop di DiLo, sebelum presentasi semangatnya sempat down, kami berusaha men-supportnya dan akhirnya beliau tampil juga dan memaparkan konsepnya. Alhamdulillah, saya sangat diberkahi bertemu dengan ibu-ibu hebat ini.

Tanggal 24 Agustus 2016 kemarin adalah hari terakhir pertemuan untuk Coding Mum, waktunya untuk kami mempresentasikan hasil proyek masing-masing. Meskipun coach sempat under estimate pada emak-emak ini belajar coding tetapi hasil akhir dan komentar juri menunjukkan bahwa coach dan peserta berhasil. Berhasil membuat website sendiri menunjukkan bahwa tujuan kegiatan ini tercapai.

Meskipun Coding Mum telah berakhir kami sebagai peserta berharap semua ini tidak berakhir begitu saja, semoga ini menjadi awal bagi kami untuk mengerjakan proyek-proyek bersama. Dan yang pastinya semuanya dikerjakan dari rumah sebagaimana visi Bekraf mengapa memilih Ibu Rumah Tangga untuk disekolahkan. Terima kasih Coding Mum, terima kasih DiLo, terima kasih kepada Bekraf dan para sponsor terima kasih para mentor dan terima kasih kepada semua peserta yang saling menguatkan, kegiatan positif ini membuka lembar baru bagiku, membuka peluang dan semoga menjadi ladang rejeki baru untuk membantu finansial keluarga. Banyak hal yang berkembang di kepalaku dalam mengaplikasikan ilmu-ilmu yang saya dapatkan selama 15 hari pertemuan ini, semoga bisa terlaksana.

Bagi teman-teman gadis yang kemarin kecewa karena tidak bisa ikutan kegiatan ini, jangan khawatir Bekraf akan mempertimbangkan membuat kelas berikutnya. Atau bisa bergabung pada program DiLo, digital femme, disana perempuan-perempuan tidak hanya mendapat wadah untuk belajar coding tetapi juga sub sektor industri kreatif digital yang lain. Ikuti fanpage DiLo Makassar untuk informasi selengkapnya.

Foto Bersama setelah presentasi

web doubleyoucakes

Desain web yang saya kerjakan untuk presentasi

2 thoughts on “Coding Mum, Where Cool Mum Meets Code

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *