Tepat 7 tahun, sejak diagnosa itu ditegakkan oleh psikiater. Hari itu, akhirnya aku memberanikan diri pergi ke psikiater setelah mengalami Gerd yang berulang dan rasa hampa yang sulit dijelaskan. Dan begitu aku masuk ke ruang klinik itu, otomatis air mataku tumpah. Aku bahkan tak lagi mampu berbicara karena terus terisak. Setelah tangisku usai, konsultasi pun dilakukan. Dan dokter mendiagnosaku Bipolar Tipe 2. Dan diberi obat.
Awalnya, aku meminum obat. Dan setelah itu perasaanku baik. Hal itu membuatku denial pada apa yang didiagnosa dokter padaku. Hingga fase depresi itu datang lagi. Psikomatikku makin parah lagi. Dan sekali lagi aku ke psikiater dan masih didiagnosa sakit yang sama.
Selama 7 tahun terakhir aku sudah beberapa kali ganti psikiater. Sudah ke psikolog, hipnoterapi hingga life coaching. Jangan tanya berapa biaya yang keluar. Banyak. Namun sakit ini belum pulih juga hingga hari ini.
Sudah 3 bulan bahkan mungkin 4 bulan, aku merasa terus berada di fase depresi. Normal sebentar lalu kembali depresi lagi. Aku kehilangan sparkle dalam hidupku. Semua saran dokter agar moodku naik sudah aku lakukan. Namun setiap kegiatan itu selesai, aku kembali hampa. Belum lagi kalau ada trigger-trigger yang membuat semuanya seperti mendesakku untuk jatuh kembali.
Hingga aku menuliskan ini, aku masih merasa begitu hampa dan sendirian. Aku hanya butuh dipeluk tanpa dinasehati apa-apa hingga rasa tenang itu datang. Tetapi aku sendirian, dan tidak ada orang yang bisa memelukku erat dan membiarkanku menangis hingga lega…
