Hari ini Hari Pahlawan

Hari ini hari Pahlawan?
Masih adakah diantara kita yang memaknai peringatan yang diadakan setiap tahunnya ini? Setahu saya hari pahlawan ini sering diperingati dengan upacara bendera oleh kalangan pemerintah dan militer, menjadi pertanyaan saya apakah hari pahlawan itu hanya milik mereka?

Hari ini hari Pahlawan.
Pemakaman tiga bomber bali kemarin misalnya, Imam samudera cs seakan menunjukkan eksistensinya dan menunjukkan diri sebagai pahlawan bagi kelompoknya. Meski banyak yang menggugat dan menghujat tetapi dukungan untuk mereka pun tak sedikit. Pemakaman tersebut diikuti oleh sedikitnya lima ribuan orang.

Fenomena kepahlawanan dikalangan suatu kelompok pernah juga terjadi pada Arung Palaka. Bagi kalangan Sultan Hasanuddin, dia adalah pengkhianat tetapi bagi masyarakat Bone, Arung Palaka tetaplah seorang pahlawan. Hingga akhirnya, Arung Palaka ditetapkan sebagai pahlawan nasional setelah melewati proses diskusi yang panjang.

Hari ini hari pahlawan, dari Makassar, berita kematian dua mahasiswa Unhas pada sebuah acara “pengambilan nomor” sebuah kelompok pecinta alam kemarin, sempat menggegarkan. Konon, kegiatan ini memang tidak direstui oleh kalangan birokrasi, tetapi seorang mahasiswa yang juga seorang senior yang akan segera diwisuda, memaksa untuk melaksanakan kegiatan ini. Sang senior pun mendampingi juniornya untuk mengambil bendera di satu titik, tetapi air pasang membuat mereka terombang-ambing. Junior pun hanyut. Dengan sigap senior segera menolong hendak menarik juniornya, tetapi malang ia pun hanyut dan akhirnya meninggal.
Sebenarnya ia ingin menjadi pahlawan tetapi Tuhan berkehendak lain, niat hanya tinggal niat. Bagaimanapun ia tetaplah seorang pahlawan.

Hari ini hari pahlawan. Tak salah jika suster apung, Butet Manurung dan 7 org lainnya mendapatkan penghargaan. Kontribusi mereka patut untuk dikatakan sebagai pahlawan.

Hari ini hari pahlawan!
Siapa bilang pahlawan hanya dipahami sebagai penolong bagi orang lain? Saya rasa tidak. Setiap orang seharusnya bisa menjadi pahlawan bagi dirinya. Ketika jiwa rapuh, ketika hati telah terpuruk, ketika tangan tak lagi mampu merengkuh, seharusnya diri sendiri yang menjadi pahlawan dan membebaskan jiwa dari belenggu itu. Bukankah orang yang mampu merubah diri ini adalah diri kita sendiri. Ketika kita mengetahui hari ini hari pahlawan, mengapa tak segera kita maknai dan terlepas dari segala yang membuat kita enggan untuk memperbaiki hidup ini?

0 thoughts on “Hari ini Hari Pahlawan

  1. Labaco

    Aku bukan Pahlawan berparas tampan
    Sayap sayapku pun terbakar..
    kalah menang …………

    Deh,,, koq saya nanyi lagunya Superman Is Dead ?

    Selamat hari pahlawan untuk diri sendiri, memang benar, kita ini sebenarnya”pahlawan”.

    Reply
  2. rusle

    ..
    Hingga akhirnya, Arung Palaka ditetapkan sebagai pahlawan nasional setelah melewati proses diskusi yang panjang…

    ,…

    betul? sudah?

    Iya sudah! Wkt SMA dl, di pelajaran sejarah guru sejarah kami sengaja membuat debat mengenai Sultan Hasanuddin dan Arung Pallaka. Dan kelompok Arung Pallaka, berhasil menunjukkan nomor SK Arung Palaka sebagai pahlawan nasional. Tp lupa ma nomornya.

    Reply
  3. pj

    yang berita senior junior itu pengambilan nomer ya?
    saya kira penelitian.. coz temanku yang kebetulan keluarga si junior katanya diberitahu kalo junior kecelakaan saat penelitian
    tapi sudahlah..

    Reply
  4. JlnMenujuKesejahteraan

    Arung palaka ialah seorang pahlawan bukan kepada bangsanya, tetapi kepada agamanya..seorang yang membawa kalimah Allah kemana sahaja dia pergi..seorang mukmin sejati..

    Arung palaka hebat bukan kerana kekuatan tubuh badannya. tetapi kuat kerana penyatuan nafsu dan roh dengan nur rasullullah s.a.w. yang mana hari ini hanya sedikit shaja yang masih memegang amalan ini.

    “dan juga(diutuskan muhammad) kepada orang2 yang lain dari mereka(bukan bangsa arab), Yang masih belum datang lagi tetap akan datang (iaitu bukan sezaman dengan rasullullah) menghubungi mereka. Dan ingatlah Allah jualah yang Maha Kuasa lagi Maha bijaksana (Al-Jumaah:3)

    “Doa seorang mukmin itu senjata”
    “Sudah menjadi tugas kami untuk menjaga orang mukmin”

    Maka pandanglah kecintaan seorang hamba kepada Yg Maha pencipta..bukan kehebatan seorang hamba kerana makhluk itu lemah Allah yang maha kuasa.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *