Kuliah Kerja Nyata

Jika mendengar cerita dari pace, mace, tante, oom, kakek, dan nenek pokoknya orang yang pernah kuliah dan yang pernah melihat orang kuliah, KaKaeN(G) itu identik dengan mahasiswa yang hampir sarjana. Maksudnya, paradigma yang terbangun di otak mereka, mahasiswa yang telah mengikuti KaKaeN(G) itu berarti sudah tak memiliki kuliah lagi dan telah siap menyusun skripsi berarti sudah hampir pake toga.

Makanya banyak cerita cinta yang menjadi bunga-bunga KKN (kala itu) atau identik dengan singkatan CBSA (Cinta Bersemi Semester Akhir). Banyak pasangan suami istri yang ketemunya waktu KKN. Mahasiswa fakultas A dan mahasiswa fakultas B ketemuan pada satu lokasi KKN, saling senter-senter, kenalan, mengadu kecocokan selama 3 bulan dan akhirnya ketika keduanya dinyatakan sarjana, mereka pun menikah. Ada yang sebenarnya satu fakultas, sudah sering ketemuan, saling kenal, karena di lokasi cuma kenal dan akrab sama dia saja, makanya mereka pun akhirnya merasa cocok dan jadian. Ada juga cerita mahasiswa A yang kecantol dengan bunga desa lokasi KKNnya, lantas setelah memiliki titel ia kembali ke lokasi KKN dan melamar sang gadis. Hmmm… So sweet…

Tapi… bukan cerita cinta KKN yang mau saya angkat pada tulisan kali ini.

Gene… Pendaftaran KKN Semester Pendek sudah di buka dan hampir seluruh teman kelasku sudah mendaftar untuk mengambil mata kuliah ini. Berarti paradigma bahwa yang KKN itu sudah mau selesai akan runtuh! Atau…. mereka memang sudah mau selesai yah? Astaga… mereka kan memang sudah mau selesai. Iya mereka memang sudah mau selesai. Ck ck ck.. Tawwa Huebattna mamo…

Setelah di bujuk-bujuk, di gombal-gombal, akhirnya saya mengiyakan ajakan mereka. Mereka pula yang mendaftarkan namaku. (eHehehhe… Mo tong ma bede ceritanya selesai inie gank… *Hore hore* dora mode on).

Tapi setelah pikir-pikir bukannya kecepatan??? Bukankah saya terlalu prematur untuk ikut Kuliah Kerja Nyata. Bagai karbitan yang di paksa ranum sebelum waktunya. Menurut pandangan saya (ini menurut saya loh…) kata Kuliah Kerja Nyata terlalu prematur untuk anak semester 6, kenapa? Karena belum seluruh mata kuliah sudah diikutinya, masih ada beberapa sks lagi yang harus ia jalani. Meskipun bisa otodidak tapi rasanya aneh saja.

KaKaeN(G) itu identik dengan pemberian kontribusi aktual kepada masyarakat (secara fisik) atas apa yang telah di pelajari di Institusi masing-masing. Dulu, masyarakat punya cerita panjang tentang mahasiswa yang KKN di desanya. Kenyataannya sekarang, KKN hanya di jadikan ajang formalitas saja, yg penting mendaftar, membayar, cari tempat paling strategis, tanpa ada kontribusi yang jelas. Dan saya tidak setuju dengan kenyataan itu. Kita di biayai oleh masyarakat untuk sekolah eh… kitanya da mau terima kasih… Dasar. Persoalan KKN da bisa di mudahkan kayak gitu cezzz….! Itu mi itu kau semua deh… (begh… sok idealis bede ceritanya)

Secara personal saya da jadi ikut KKN SP karena bayarannya Muahaaallll seharga satu semester, 780rb bo! No money fren(k)… Selain itu, prinsipku liburan ya liburan. Tidak ada kegiatan akademik yang mengisi liburan akademikku. Masa` kuliah lima bulan di kasi libur 2 bulan disia-siakan. Liburan adalah waktunya mencari ilmu lain di luar sana yang tidak lagi terkungkung di balik tirani perkuliahan. Bisa saja saya pergi ke desa2 kayak kalian, tapi tidak dengan label KKN (K-U-L-I-A-H kerja nyata). Da capek ko itu kuliah terus sepanjang tahun????

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *