Setiap Orang Punya Bakat

Setiap Orang Punya Bakat

“Saya sudah banyak kali ikut workshop fotografi, kenapa tidak pintar-pintar. Apakah saya tidak berbakat?”

Berapa kali, saya mendapatkan pernyataan seperti kalimat di atas. “Tidak berbakat” saya rasa bukan kata yang tepat, karena saya selalu percaya setiap orang terlahir dengan bakatnya masing-masing.

Tuhan memberikan kita bakat yang terletak di otak kecil. Dan informasi diolah di otak besar. Jadi kalau orang itu memang berbakat pada satu bidang, diajar sekali pun langsung bisa. Tetapi jika bakatnya dibidang tertentu kecil, meski telah diajar berulang kali penampakan hasilnya tidak akan signifikan.

Dari hasil tes bakat saya, saya unggul dibidang visual-spasial dan linguistik. Setiap tes, hasilnya selalu tinggi untuk 2 bidang itu. Dan kedua adalah kinestetik dan intrapersonal, nilainya juga sama. Mungkin itu yang jadi kemudahan saya belajar fotografi.

Jadi bukan berarti yang telah ikut workshop berulang kali tidak berbakat. Mungkin dia tidak berbakat di visual-spasial tapi unggul di bakat yang lain.

Seperti kakak saya yang punya bakat intrapersonal sekaligus interpersonal. Dia punya banyak teman dan selalu dijadikan tempat curhat. Dari dulu circlenya selalu banyak dan loyal. Sedangkan saya, lemah dalam hal itu. Bakat interpersonal saya sangat rendah.

Adik saya punya bakat kinestetik yang tinggi. Dia bisa unggul dalam bidang olahraga dan game apa saja. Dia juga bisa dance dan unggul dalam kegiatan yang membutuhkan gerakan.

Nenek dan ibu saya berbakat di bidang natural. Apapun yang dia tanam pasti tumbuh. Saat memasak, meski tanpa resep, asal campur saja, bisa enak.

Ada teman saya berbakat di bidang matematika. Dulu waktu jaman sekolah, dalam hitungan menit bahkan detik saja dia bisa menyelesaikan soal hitungan.

Jadi bukan tidak berbakat. Kebetulan saja visual-spasialnya tidak tinggi dan itu yang dibutuhkan dalam fotografi dan desain. Coba digali lagi bakat yang lain. Jika diseriusi, bisa jadi versi terbaik diri kita. Atau jika masih ragu, bisa mengikuti tes bakat di psikolog.

Belum puas juga dengan hasil foto sendiri? Mending bayar orang lain saja dan fokuslah dengan bakat kita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *