Perjuangan Baru Di Mulai…!

Pagi br sajar tersingkap, sakit kepala semalam masih saja tersisa, bagai dipukuli godam berkali-kali bahkan terasa hingga ke tengkuk dan punggung. Badan terasa remuk semua. Rasanya enggan untuk segera bangun dan melaksanakan kegiatan. Setelah beristirahat lagi akhirnya saya memutuskan untuk bangun, hari ini KRS harus segera di rampungkan.

Akhirnya setelah melalui beberapa tahap agar badan agak baikan, saya pun menuju ke kampus. Ketua Jurusan tampak sibuk, harus sabar untuk menemuinya.
“Kenapa?”
“Mau urus KRS bu.”
“Kau sudah terlambat, dari mana saja?”
“Dari luar kota bu”
“Luar kota atau pulang kampung?”
“Luar kota bu.”
“Ada keperluan apa disana?”
“Ada pemetaan bu.”
“Oh. Kalau begitu kamu ambil cuti akademik saja”
“Semester ini tinggal kolokium dan skripsi bu”
“Tapi kamu sudah terlambat sekali. Jangan samakan sekarang dengan satu tahun lalu, sekarang pengurusan administrasi lebih disiplin. Ya.. sudah, urus sama Pak Sahar. Sudah mi tanda tangan PA mu?”
“Belum bu”
“Siapa PA mu?”
“Pak Syavir”
“Ah.. kamu ini lambat sekali, cari tanda tangan PA mu cepat. Bagaimana bisa dapat kerja kalau seperti itu”

Saya pun segera meninggalkan ruang itu dan segera mencari dosen yang kira-kira bersedia menjadi PA. Hasilnya nihil, yang ada malah terungkapnya kenyataan baru bahwa mata kuliah Perencanaan Desa Terpadu yang saya programkan tahun lalu, dinyatakan belum lulus.

Dengan kekecewaan itu, saya pun segera meminjam motor. Beruntung, Kak Ilyas mau meminjamkan. Motorpun meliuk-liuk di atas aspal menempuh perjalanan menuju rumah sekaligus kantor PA ku di jalan rajawali. Kembali pertanyaan “dari mana?” terulang. Malas sebenarnya menjawabnya, tapi mau tidak mau harus dijawab untuk mendapatkan tanda tangan.

Syukurlah Pak Syafir memberikan tanda tangannya. Saya pun meninggalkan jalan rajawali untuk segera kembali ke kampus. Awan tebal menutupi langit Makassar, dan hujan pun jatuh di langit semesta.

Malang, motor itu tidak menyediakan ponco terpaksa hujan pun harus dinikmati. Menghindari orang yang segera berbelok saat menghindari jalan rusak disekitar fly over dan tali tas yang jatuh dari pundak membuat saya tidak seimbang, dan akhirnya… motorpun terjatuh ke kanan, beruntung saya masih bisa menahannya dengan kaki sehingga saya tidak betul-betul terjatuh. Tetapi saya tidak peduli dengan orang-orang yang memperhatikan, saya kembali menancap gas, KRS ini harus segera diselesaikan sebelum jam tiga.

Badan yang masih terasa remuk, kembali tersiram air hujan. Dinginpun mendekap.

Lagi-lagi pertanyaan “dari mana?” turut dilontarkan Pak Sahar. Haruskah saya menjawab hal yang sebenarnya, tentang masalah yang membuatku disorientasi berkuliah selama hampir dua tahun ini? Mungkinkah mereka akan mengerti dengan kondisi yang saya alami? Tetapi sekali lagi saya hanya menjawab seadanya, menyampaikan hal-hal yang akan mereka terima dengan rasional. Padahal tak semua yang mereka dengar itu benar. Ah.. sakit kepala itu makin menjadi-jadi merenggutku.

Dengan pakaian yang masih basah, saya pun meninggalkan kampus. Di atas pete-pete, disaat dingin makin mendekap dengan erat, saya pun berpikir ternyata sudah cukup lama saya berhenti dan menepi dari lajur yang dahulu pernah saya rencanakan. Semua hanya dikarenakan oleh kondisi yang tidak semua mahasiswa pernah atau akan mengalaminya. Kondisi yang sulit untuk diceritakan. Pun kalau saya menceritakannya, belum tentu mereka akan mengerti dan memahaminya.

Rupanya masih ada 3 mata kuliah yang bermasalah, Perencanaan Desa Terpadu, Metode Penelitian, dan Sistem Informasi Perencanaan. Tiga mata kuliah yang erat kaitannya dengan skripsiku. Saya pun pasrah, bagaimana pun ini adalah resiko atas apa yang saya lakukan selama ini. Kalaupun harus menempuh studi setahun lagi untuk menyelesaikan semua administrasi akademik itu, saya akan menjalaninya. Saya serahkan semuanya pada Tuhan, saya hanya akan berusaha untuk itu.

Tulisan ini hadir bukan untuk mengeluh tapi hanya untuk mengingatkan apabila diriku kembali lengah dan larut dalam kemalasan. Bahwa hari ini perjuangan yang sesungguhnya baru saja di mulai.

4 thoughts on “Perjuangan Baru Di Mulai…!

  1. Accul

    Haa??.kenapa baru tahu kl msh ada kuliahx yg belum lulus ? pake jatuh lagi dari motor…., nda papa ji to ?. Hmmm….Sabarmi saja. Perjuangan sesungguhnya masih banyak di depan, bukan cm ini saja kayaknya. 🙂

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *