Ibu Positif Covid-19

Hai. Rasanya sudah lama tidak bercerita disini. Sudah lebih dari setahun. Dan hari ini saya memutuskan memulai untuk menulis lagi.

Ibu Terinfeksi Covid-19

Kali ini saya ingin bercerita tentang hal yang merisaukan saya beberapa hari terakhir. Ibu, Kakak dan Adik saya dikonfirmasi Positif Covid 19. Kakak dan Adik saya, alhamdulillah mengalami gejala yang ringan. Tetapi Ibu dengan komorbid diabetes harus mengalami fase yang cukup buruk.

Awal Mereka Kena Covid

Semua berawal dari dua hari setelah Lebaran Idul Adha. Ibu lemas, kepalanya sangat berat, linglung dan tidak bernafsu makan. Keesokan harinya kakak saya kehilangan indera penciuman. Begitupun adik saya beberapa hari sebelumnya. Mereka memang tinggal di satu rumah.

Kami pun berinisiatif melakukan swab PCR. Alhamdulillah, ada seorang teman dokter yang bersedia datang ke rumah untuk melakukan swab. Malam itu juga kami mendapatkan kabar, ketiganya dinyatakan positif covid 19.

Mereka pun isolasi di kamar yang sama bertiga. Bersyukur karena dengan begitu, ibu bisa dirawat.

Kondisi Ibu Makin Parah

Besok harinya kondisi ibu semakin lemas, tidak ada sesak tapi saturasi menunjukkan 92%. Setelah istirahat dan makan, saturasinya naik jadi 94%.

Sekali lagi atas bantuan teman yang berprofesi sebagai dokter, ibu diusahakan dapat pemeriksaan lab di rumah. Elektrolitnya rendah, hal itu yang membuatnya linglung dan lemas. Selain itu saturasinya turun lagi. Sementara rumah sakit penuh semua.

Setelah berkeliling mencari tabung oksigen, akhirnya kami mendapatkan penyewaan tabung oksigen. Lumayan menaikkan saturasi Ibu. Tetapi beliau masih lemas karena tidak makan. Alhamdulillah dapat kontak perawat yang bisa diinfus di rumah. Ibupun diinfus hari itu juga. Keadaannya perlahan membaik.

Namun saat oksigen habis, saturasi Ibu kembali anjlok di angka 87%. Kali ini beliau sudah merasakkan sesak. Dan membuat kami cukup panik.

Setelah berkeliling mencari informasi tentang rumah sakit dari berbagai pihak, kami memutuskan membawa Ibu ke RS Sayang Rakyat yang sebenarnya sangat jauh dari rumah. Tetapi bagaimanapun Ibu sangat perlu perawatan sebelum makin parah. Mencari ambulance pun ternyata tidak mudah untuk pasien covid. Untungnya dapat meskipun dengan harga yang lebih mahal dari biasanya.

Saat tiba di rumah sakit, Ibu langsung dirawat intensif di Red zone karena kondisinya yang tergolong parah. Dan meskipun kakak saya juga positif, tetapi tidak bisa menjaganya. Jadi ibu hanya bersama perawat saja.

Semoga Ibu Makin Membaik

Hari ini, kami dapat kabar kondisi ibu jauh lebih baik. Beliau sudah bisa video call meski masih dibantu dengan alat bantu pernapasan.

Semoga kondisinya makin baik dan bisa berkumpul bersama kami lagi. Mohon doanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *