Berbagi Buku untuk Anak Indonesia, Kenapa Tidak?

BCA berkomitmen untuk menumbuhkan kembali minat membaca di berbagai pelosok Indonesia. Mereka pun mengadakan gerakan berbagi #BukuUntukIndonesia. Berupa paket donasi kepada masyarakat luas. Untuk kemudian dikonversi menjadi buku. Lalu disalurkan ke beberapa daerah di Indonesia. Dan hari minggu kemarin, giliran Makassar yang dapat pembagian donasi buku tersebut.

 

Minat Baca Indonesia Memprihatinkan

Tau ga sih? Berdasarkan Studi Most Littered Nation In the World 2016 menunjukkan minat baca Indonesia menduduki peringkat 60 dari 61 negara. Angka yang cukup memprihatinkan. Rendahnya minat baca ini bisa disebabkan beberapa faktor. Diantaranya budaya masyarakat kita yang didominasi budaya tutur. Selain itu, kurangnya sarana pendukung juga salah satu penyebabnya.

Sebenarnya rendahnya minat baca ini tidak benar seluruhnya. Buktinya beberapa gerakan baca di daerah pelosok menarik minat banyak orang. Hanya saja, keterbatasan buku yang disediakan kadang membuat anak cepat bosan. Mereka butuh bahan bacaan yang baru.

Budaya membaca memang tidak dapat dibentuk secara tiba-tiba. Perlu pembinaan. Oleh karena itu budaya membaca seharusnya dibina sejak usia sekolah. Bahkan sejak pendidikan usia dini. Sayangnya, sekali lagi terkadang prasarana dan sarana yang tidak mencukupi jadi kendalanya.

Terlalu berharap pada pemerintah, rasanya sulit. Sudah saatnya kita bergerak mulai dari diri kita sendiri. Seperti yang dilakukan CSR BCA dengan membuat suatu gerakan #BukuUntukIndonesia. Sebuah gerakan yang bisa menggerakkan kita dengan mudah dalam memenuhi sarana untuk meningkatkan minat baca di Indonesia. Dan hari itu, saya berkesempatan menghadiri penyerahan #BukuUntukIndonesia di Lapangan Karebosi Makassar.

Funwalk Bersama Pak Gubernur

Pagi masih menunjukkan pukul 7. Tetapi lapangan Karebosi sudah cukup ramai dengan masyarakat berbaju biru. Yah hari itu ada acara Fun Walk bersama BCA Makassar. Di atas panggung sudah ada Kepala Kantor Wilayah BCA, Pak Frengky Chandra Kusuma memberi sambutan. Memberikan sedikit gambaran tentang acara hari itu, 23 Juli 2017.

Pada sambutannya Pak Frengky menyampaikan bahwa akan ada beberapa acara pagi itu. Diantaranya jalan sehat, live music, interactive games, undian berhadiah bagi peserta Fun Walk BCA. Juga sosialisasi program “Buka Rekening Bertaburan Hadiah” yang berlangsung mulai Mei – September 2017.  Sekaligus dirangkaikan dengan Pembagian buku dari program #BukuUntukIndonesia.

“Dalam rangka HUT ke-60, BCA berkomitmen untuk Menjadi Lebih Baik. Melalui tiga pilarnya: Belajar Lebih Baik, Melayani Lebih Baik, dan Memberi Lebih Baik. Aksi berbagi buku untuk Indonesia ini merupakan perwujudan komitmen BCA. Untuk Memberi Lebih Baik kepada masyarakat. Dengan harapan dapat berkontribusi meningkatkan minat baca di berbagai pelosok di Indonesia. Dalam menciptakan generasi muda yang cerdas, berkualitas, dan berakhlak mulia.” ujar Pak Frengky pada sambutannya.

Selanjutnya Bapak Gubernur Syahrul Yasin Limpo membuka acara Funwalk. Beberapa confetti pun diledakkan di sekitar tulisan START. Pertanda peserta yang hadir siap untuk jalan sehat. Seperti biasa, bapak Gubernur ikut dalam rombongan. Pak Syahrul memang selalu jalan sehat setiap hari minggu di lokasi Car Free Day.

Setelah semua peserta jalan santai tiba dilanjutkkan dengan Senam Sehat. Tiga orang instruktur Zumba berada di atas panggung. Peserta yang hadir antusias mengikuti gerakan.

Selanjutnya seremoni pelepasan balon ke udara. Sebagai peresmian program Tahapan BCA berhadiah Toyota Sienta.

Acara berikutnya adalah Talkshow. Kegiatan itu menghadirkan Duta Baca sekaligus Presenter “Kick Andy” Andy F. Noya. Kepala Kantor Wilayah BCA Frengky Chandra Kusuma. Dan Vice President Kerjasama Transaksi Perbankan BCA Liza L. Widyasari sebagai narasumber.

Sang Duta Baca Andy F Noya

Andy F. Noya menceritakan bahwa kehadirannya ke Makassar adalah nostalgia masa kecil. Di Tahun 1960-an beliau menghabiskan masa kecilnya di kota daeng. Ibunya bekerja di salah satu toko buku di jalan ahmad yani. Kecintaan ibunya pada buku ditularkan pada Andy. Sejak ia masih kecil, ibunya selalu membacakan dongeng untuknya. Andy F Noya yakin bahwa dongeng mampu membentuk karakter anak.

Pada kesempatan tersebut Duta Baca ini menceritakan betapa pentingnya buku untuk penerus bangsa. Menurut riset minat baca orang Indonesia berada di urutan 60 dari 61 negara. Tetapi menurut Andy, riset itu tidak sepenuhnya benar. Hal tersebut terbukti anak-anak sangat antusias saat ia membagikan buku di pelosok daerah. Memang sudah saatnya kita tidak bergantung penuh pada pemerintah untuk urusan buku ini. Kita bisa ikut terlibat, salah satunya melalui program #BukuUntukIndonesia dari BCA ini.

#BukuUntukIndonesia

“Selain di Makassar, BCA juga sebelumnya telah mengadakan Aksi Berbagi #BukuUntukIndonesia di Lampung. Pada tanggal 21 Juli yang lalu. Pada tanggal 25 Juli nanti, Aksi Berbagi ini juga akan serempak diadakan di 3 kota. Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional. Ketiga kota tersebut adalah Garut mewakili Jawa. Manado mewakili Sulawesi. Dan Kupang mewakili Indonesia Bagian Timur. Kemudian penyerahan akan dilakukan di Aceh mewakili Sumatera dan Singkawang mewakili Kalimantan. Selanjutnya buku-buku akan didistribusikan ke sekolah-sekolah lain di berbagai daerah di Indonesia,” tambah Frengky.

Partisipasi yang tinggi

Gerakan Berbagi “Buku untuk Indonesia” berhasil mengundang partisipasi masyarakat yang tinggi. Periode I penggalangan dana donasi yang berlangsung dari tanggal 15 Maret hingga 14 Juni 2017 berhasil mengumpulkan lebih dari Rp1miliar. Dan ternyata Kota Makassar menjadi kota dengan donasi tertinggi se Indonesia. Ini membuktikan bahwa ternyata di kota ini banyak yang peduli pada peningkatan literasi.

“Semoga Aksi Berbagi ini dapat berkontribusi positif dan menjadi pengingat kita semua akan pentingnya akses buku yang luas bagi tunas-tunas bangsa sebagai aset berharga dalam menggapai harapan dan cita-cita. Menjawab animo masyarakat yang tinggi, periode II gerakan berbagi #BukuUntukIndonesia akan berlanjut hingga akhir tahun 2017. Kunjungi laman www.bukuuntukindonesia.com atau www.blibli.com untuk berpartisipasi dalam gerakan ini,” tutup Frengky.

Sekolah Penerima Donasi Buku

BCA akan membagikan kepada 104 sekolah penerima donasi di 60 titik di Indonesia. Salah satunya di Kota Makassar yang diserahkan secara simbolis pada hari minggu kemarin. Selanjutnya masing-masing 200 buku akan diantarkan langsung ke alamat sekolah yang menerima.

Dalam Aksi Berbagi dan Talkshow #BukuUntukIndonesia hadir beberapa petinggi BCA. Kepala Kantor Wilayah IV BCA Frengky Chandra Kusuma. Kepala BCA KCU Makassar Widy Tarmizi. Dan Kepala BCA KCU Panakukkang Anggraeni Tedjokusumo secara simbolis menyerahkan buku bacaan kepada kepada 11 (sebelas) Kepala Sekolah Penerima Donasi. Kesebelas sekolah tersebut:

  1. SD N Balang Baru
  2. SD Neg. KIP Bara-baraya II
  3. SD N Inpres Borong
  4. SD Negeri No 11 Bontojai
  5. SDN Inpres Barombong 03
  6. SD Inpres/Negeri BTN Pemda
  7. SD Labuang Baji II
  8. SDN Mamajang I
  9. SD Inpres Gontang
  10. SD Inpres Lanraki 2
  11. SDN 178 Inpres Lamangkia

Bertabur Hadiah

Selain simbolis penyerahan buku, berbagai aktivitas seru dilakukan untuk memeriahkan Aksi Berbagi dan Talkshow #BukuUntukIndonesia. Salah satunya sosialisasi program “Buka Rekening Bertaburan Hadiah” yang berlangsung mulai Mei – September 2017.  Bagi masyarakat yang membuka rekening tabungan di BCA (Tahapan, Tahapan Gold, Tapres) pada periode tersebut berkesempatan untuk membawa pulang hadiah. Berupa 1 mobil Toyota Sienta atau 30 TV LED Samsung.

Peserta yang ikut funwalk juga mendapat banyak doorprize. Hadiahnya pun beragam. Mulai dari setrika, mesin cuci, kulkas hingga sepeda yang keren. Selamat ya kepada para pemenang.

16 thoughts on “Berbagi Buku untuk Anak Indonesia, Kenapa Tidak?

  1. ZILQIAH

    gang serunya ternyata di kak … sayangnya gabisaka hadir ,, mudah2an tahun depan masih mengadakan acara serupa, dan sy bisa hadir uh ye huheuheehhe

    Reply
  2. Rani

    Jalan menuju kepintaran adalah melalui buku , acara seperti ini bagus sekali klo dilanjutin lagi biar makin banyak anak indonesia yang suka baca buku.

    Reply
  3. Icha

    Smoga kegiatanx terus berlanjut yah kak..
    Suka dgn program ini dan betul bahwa keterbatasan buku yg bisa dibaca yg bikin minat baca berkurang..

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *