Masokhis

Winarni KS   August 6, 2009   No Comments on Masokhis

Hehe..mmg bgtu kl msh gadis..dag d pikr pi masa dpn..ingatko nar..msh pjg prjalananmu..utk prthnkan smua krj mu kw bth badan yg kuat spy ttp bs eksis..jngkw paksa drmu..skl2 berdamai deh sm diri sndri..syng masa dpn syng bdn..smangat nah..istrhat mkw dl la..kasian bdnmu..
Sender:
Nuck Tj
+6281242121xxx
Received:
20:46:17
05-08-2009

Dulu aku sangat membenci tubuhku, bahkan sangat tega melakukan tindakan “jahat” kepadanya, “membunuhnya” secara perlahan-lahan, terlalu rapuh untuk melanjutkan hari demi hari. uNieQ sering memanggilku masokhis.

Aku tidak peduli kalau dia telah lelah, tetap memaksanya untuk bekerja melakukan apa yang ada dalam labirin pikirku. Aku teringat adegan pada film Knowing, anak itu bahkan menulis dengan kukunya hingga berdarah-darah agar bisa menuliskan apa yang ada di dalam pikirannya. Saat menonton film itu, aku berefleksi, sering kali diriku seperti itu, selalu mencari jalan bahkan terkesan memaksa untuk mengeluarkan pikiran-pikiran dari labirin pikir ini, meski harus menyakiti diri sendiri.

Jangankan makan sayur, buah, minum susu, makan saja saya sangat malas. Apalagi sudah asyik menuangkan apa yang ada dipikiran, sehari tidak makan pun tidak terasa.

Paling parah kalau sudah jenuh atau tertekan, aku bahkan bisa melakukan hal yang lebih “jahat” lagi kepada tubuh ini.

Hingga akhirnya berbagai penyakit pun ku derita, penyakit pencernaan yang sangat akut, tipes, asma, sinusitis, pernah didiagnosa radang hati bahkan hepatitis. Dan parahnya diri ini tidak pernah mengaku sakit sebelum betul-betul tepar dan masuk rumah sakit. Rumah sakit pun tidak membuatku jera.

Masa depan? Dulu diriku tidak pernah yakin akan memiliki masa depan. Hidup lebih cepat sepertinya lebih baik, itu pikirku. Siapa yang peduli? Toh… hanya aku sendiri yang melewatinya. Memang pergaulanku luas tetapi seolah hidup di dalam sebuah rumah kaca. Tidak betul-betul mengakui “ada” nya mereka dengan demikian mereka pun terkesan tidak mengakui “ada” ku.

Namun pola pikir sesat itu, akhir-akhir ini mulai berubah. Mereka ternyata sangat peduli kepadaku, bahkan mereka yang sedih ketika melihatku “menyiksa” tubuh sendiri. Keadaan itu membuatku melihat masa depan disana. Yah… mereka meyakinkanku bahwa perjalananku masih panjang. Peristiwa-peristiwa yang ku lalui akhir-akhir ini membuatku sungguh terharu, dan saat itu juga baru ku rasakan tubuhku teriak kesakitan.

Betul sms temanku itu, harusnya aku berdamai dulu dengan tubuhku ini. Butuh istirahat yang banyak untuk memulihkan semua sel-sel tubuh ini yang sudah hampir hancur. Harus menjaga kesehatan, makan teratur, tidur teratur, olahraga teratur, makan sayur, perbanyak makan buah dan minum air putih.

Tapi sayang, otakku tidak pernah mau diajak kompromi, dia masih memikirkan banyak hal yang membuatku tidak bisa tenang. Pfuu… I need helpĀ  meredekan sejenak pikiran-pikiran yang bergeliat di kepala ini!

0 thoughts on “Masokhis

  1. app

    jadi sekarang istirahat atw masih mau paksakan pikiranmu berpikir…
    mungkin itu suatu paksaan untuk membuktikan bahwa kau kuat… tapi jangan pernah merasa kuat selalu karena pasti akan drop kesehatannya…..

    tapi kau tidak cocok hidup teratur..
    Saran saya, usahakan istirahat kalau merasa capek jangan di paksakan
    Minum air putih yang banyak
    Sarapan dulu sebelum keluar rumah, minimal ada isinya perut.
    Tidur minimal 5 jam

    tapi terserah kitajie jangan sampai dirumah sakitpi baru bilangki sakitka.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *