Perempuan Pencinta Alam


Puncak Gandang Dewata
5 September 2007

Berkelana dan berpetualang di alam bebas dalam paradigma masyarakat saat ini, masih milik para kaum adam. Hampir di semua organisasi pencinta alam pasti di dominasi oleh manusia berjakun ini. Hal ini jelas, karena kegiatan ini identik dengan ketangkasan, kemandirian dan keperkasaan. Kehadiran perempuan di organisasi tersebut karenya sangat minim. Tentu hanya sedikit perempuan yang mau kotor-kotoran, tentu hanya sedikit perempuan yang mau melakukan hal sulit ini, tentu tak banyak perempuan yang mau mengorbankan waktunya untuk hal yang tidak penting ini.

Sebagian besar orang mengidentifikasikan perempuan yang aktif dalam kegiatan pencinta alam adalah sosok yang tomboy dengan fisik yang kuat dan kekar. Tetapi saya tidak sependapat dengan hal ini. Perempuan tetaplah perempuan yang memiliki sisi feminis. Dia tak harus berpenampilan layaknya laki-laki, dia tetap harus berpenampilan sebagai seorang perempuan. Ada limitasi yang harus di jaga, ada kodrat yang harus dijalankan, ada fitrah yang dikaruniakan yang membuat kaumku lebih dari kaum adam.

Jika ada yang mengatakan bahwa perempuan yang ikut dalam kegiatan pencinta alam adalah perempuan yang mudah di peluk dan di cium, maka saya adalah orang pertama yang menentangnya. Saya mampu menjaga diriku sendiri. Saya mampu meredakan dingin dengan caraku sendiri, bukan dengan pelukanmu, bukan pula dengan kepulan asap rokok yang kerap kamu isap.

Menjadi satu-satunya perempuan dalam suatu tim pendakian bukan lagi cerita baru bagi saya. Beberapa operasi saya jalani dan menjadi satu-satunya perempuan di dalamnya. Banyak yang meragukan, banyak yang menyangsikan bahkan banyak menakutkan sesuatu akan terjadi. Tetapi semua kembali kepada kepercayaan. Saya percaya pada mereka, para laki-laki yang bersamaku mendaki, bahwa mereka akan menjagaku. Oleh karena itu, hanya mereka yang menganggapku saudara yang akan menjadi patner mendakiku. Apabila mereka telah menganggapku saudara, maka mereka tak akan mencelakai saudaranya sendiri.

Esensi organisasi pencinta alam adalah suatu kekuatan tekad untuk menjaga kelestarian alam. Dan perempuan, perempuan mempunyai kemampuan terhadap usaha pelestarian alam karena pada dasarnya perempuan mencintai kelangsungan hidup dan bukannya kematian, perempuanlah yang melahirkan anak, maka ia kenal betul arti sebuah kehidupan. Sudah seharusnya sebuah organisasi pecinta alam di dominasi oleh perempuan bukan laki-laki. Hidup perempuan!!!

0 thoughts on “Perempuan Pencinta Alam

  1. adhi

    salam lestari….salut ma kalian yang bernyali tuk bersahabat dengan alam bebas..satu bumi satu hati..lestarikan alam demi kelangsungan kehidupan anak cucu kita

    Reply
  2. daunkelor

    great memory isn’t???exspecially when u in the top mountain…feel free and also really satisfied moment. Now, i know why i quite felt warm blogwalking here…out door activity also one of my passion.

    from LEWAJA to LOKA…………..

    Reply
  3. resdie

    salam lesttari… saya salut ternyata masih ada anak perempuan yang terjunlangsung untuk bersahabat dengan alam….

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *