Skotel Makkaroni

Winarni KS   September 14, 2009   No Comments on Skotel Makkaroni

Skotel Makaroni copy2

Beberapa hari yang lalu, dokter menganjurkan agar saya makan bubur lagi. Padahal sudah saya sampaikan bahwa nafsu makan saya malah tidak ada kalau harus makan bubur. Akhirnya hal tersebut membuat saya berpikir mencari menu yang bisa menggantikan bubur yang lunak namun tetap enak untuk dinikmati. Saya pun mencoba membuat Skotel Makkaroni.

Rupanya orang dirumah menyukai kue itu dan meminta saya untuk membuatnya lagi. Berminat untuk membuatnya juga? Nih.. resepnya.

Bahan

– Makaroni 200 gram

– Tepung terigu 50 gram dicampur air 2 gelas

– Kornet sapi 180 gram

– Mentega 50 gram

– Bawang Bombay ½ buah dicincang

– Telur ayam 3 butir dikocok

– Keju Chedar 100 gram diparut

– Susu cair 500 ml

– Pala bubuk ½ sdt

– Merica ½ sdt

– Garam 1 sdt

Cara Membuat

1. Didihkan air, rebus makaroni hingga lunak. Dinginkan. Berikan minyak sedikit agar makaroni tidak lengket. Sisihkan.

2. Panaskan mentega, tumis bawang bombay hingga harum dan layu.

3. Masukkan tepung terigu yang sudah bercampur air dalam tumisan. Aduk hingga berbutir.

4. Masukkan susu cair. Tunggu hingga mendidih sambil diaduk. Matikan kompor.

5. Masukkan makaroni, kornet sapi, keju parut, pala bubuk, merica, dan garam. Aduk hingga rata.

6. Masukkan telur lalu diaduk.

7. Siapkan dua buah pireks, olesi dengan mentega lalu tuangkan adonan dan ratakan.

8. Panggang dalam oven kurang lebih 200 derajat celcius selama 30 menit.

9. Olesi mentega di atas skotel yang masih panas dan taburkan keju parut.

10. Skotel siap disajikan.

Skotel selain bisa menjadi pengganti bubur, juga praktis untuk dijadikan bekal. Selamat mencoba 😀

0 thoughts on “Skotel Makkaroni

  1. iLLa poreper`

    tawwa pintarnya memasak,,,, (applause)

    bdw ini rasanya asin2 gitu yak? Kalo dimakan dengan sambel kira2 gimana?
    Biasanya kan kalo makanan asin ndada lombo’nya jadi eneg kalo lama2, hehe…

    ddeh, puasa2 bahas makanan, xixixi…

    tdk ji jg pintar, kebetulan ji lg mood ke dapur lagi. Hihihi

    Iye rasax asin. Enakx memang di makan pake sambel, tapi kalau tdk suka sambel bisa ji jg.

    Biasax makanan jd eneg klo ada bumbu2 yg brlebihan, jd selama takaranx pas orang tidak bakal bosan makanx.

    Hmm…tp semua tergantung jg lidah yg mencicipinya.

    Hehe…msh siang2 bahas makanan mi. Kyk tong meki ibu2 arisan.

    Reply
  2. d'starz

    wew, susah dipraktekkan di rumahku, tarada alat dan bahannya…
    Kalo bikinki lagi, panggil-panggilka nah k, pasti saya dengan senang hati datang membantu….mencicipi,hehehehe

    O iy, puasaki paeng,xixixi

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *