Selalu ingin Pulang

      Tak ada komentar pada Selalu ingin Pulang

Rumahku

Tepat setahun yang lalu, pertama kalinya aku terbangun di rumah ini tepat di saat usiaku menginjak 26 tahun. Saat itu hanya ada sebuah tempat tidur yang empuk, tempat kami beristirahat, dan sebuah tas berisi baju perlengkapan kami untuk menginap selama tiga hari. Beberapa makanan dan kue acara syukuran, masih tersisa. Awalnya kami hanya berniat menginap tiga malam saja setelah mengadakan syukuran, namun ternyata kami terlanjur jatuh cinta dengan kenyamanan rumah ini. Dan hari ini, saat usiaku telah menginjak angka 27 tahun, aku masih terbangun di kamar yang nyaman ini.

Kini suasananya telah berbeda. Rumah ini menjadi jauh lebih nyaman dari sejak pertama kami tinggali. Kemanapun kami pergi, kami selalu merindukannya dan ingin segera pulang. Meski kami berada satu hari di dalamnya, kami tetap betah. Bagi kami rumah ini adalah sebaik-baiknya tempat tinggal dan seindah-indahnya tempat beristirahat, sangat nyaman dan menentramkan.

Rumah ini sudah cukup lengkap meski belum bisa dikatakan sempurna. Beberapa furniture telah kami lengkapi di kamar. Lemari, meja rias, rak buku, telivisi segera kami lengkapi begitu memutuskan untuk tetap tinggal disini setelah tiga hari bersamanya. Sebuah AC makin menambah kemesraan kami, membuat pelukan kami selalu erat tiap malam.

Meski dapur kami masih seadanya, tetapi perlengkapan masak dan makan boleh dikata cukup untukku membuatkan masakan spesial bagi sang suami tercinta. Terbukti lingkar perutnya bertambah lagi, ia terus bertumbuh dengan badan yang makin berisi. Beberapa baju dan celananya sudah tak muat lagi, membuat keluarganya mengira ia mengkonsumsi obat gemuk padahal karena keseringan nyemil.

Di ruang tamu sudah tersedia meja dan kursi minimalis untuk menyambut tamu. Ukurannya tidak terlalu besar, sesuai dengan ukuran ruangan. Masing-masing memiliki fungsi ganda untuk efesiensi ruangan.

Teras telah dilengkapi dengan kanopi dan sebuah mobil mungil yang terparkir disana. Taman telah ditumbuhi rumput yang rapi tetapi belum sempat ditanami tumbuhan. Kami masih memikirkan konsep taman yang unik dan menarik yang mewakili pribadi kami.

Setahun tinggal disini memang masih singkat, masih ada 5 tahun, 10 tahun dan seterusnya. Makin hari kami berusaha membuat rumah ini makin nyaman, rumah untuk pulang, rumah untuk beristirahat, rumah yang memperlihatkan indahnya keluarga. Apalagi sebentar lagi, kami akan kedatangan penghuni baru yang tentu saja akan memeriahkan rumah ini, sebuah alasan lagi untuk selalu pulang.

Postingan tahun lalu : Umur Baru, Rumah Baru

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.